Jusuf Kalla Bisnis Dahulu, Politik Kemudian

(H-1)
01/2/2019 00:00
Jusuf Kalla Bisnis Dahulu, Politik Kemudian
(Dok MI)

WAKIL Presiden H Muhammad Jusuf Kalla, 76, yang juga dikenal sebagai pengusaha, mengingatkan kepada pegusaha lainnya agar fokus pada suatu bidang usaha. Kiat tersebut ia sampaikan untuk menghindari kegagalan.

Meskipun begitu, laki-laki yang akrab disapa JK tersebut menyatakan dirinya yang seperti sekarang dibentuk dari pengalaman hidup. Ia kemudian mengungkapkan tentang kegiatan bisnisnya yang pernah mencapai hingga 35 jenis.

Dari berbagai jenis bisnis yang ia miliki di Makassar dan Jakarta itu, tidak semuanya berhasil. JK menyebutkan, hanya sekitar 25% bisnisnya yang langgeng.

"Di dunia usaha, tidak seluruh usaha itu sukses. Saya hitung-hitung, saya pernah menjalani hingga 35 cabang usaha, macam-macam. Itu semangat muda dan ada sedikit keberuntungan. Usaha yang paling kecil itu barbershop," tutur Jusuf Kalla dalam acara Kadin Talk dengan tema Manusia serbabisa yang berlangsung di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (31/1).

Meski mengingatkan agar pengusaha fokus pada suatu bidang usaha, ia  tidak menyarankan pengusaha hanya menggeluti satu jenis usaha. Akan tetapi, ia juga meminta pengusaha tidak meniru kegiatan bisnisnya yang dinilai terlalu banyak sehingga akhirnya hanya 25% yang berhasil.

"Kalau (hanya satu bidang) kemudian nanti ada masalah di bidang itu, akan kesulitan. Tetapi, juga jangan seperti saya yang sampai (menjalankan) 35 jenis usaha, termasuk di Jakarta," ujarnya, kemudian terkekeh-kekeh.

Dari 35 jenis usaha yang digeluti, kata Kalla, salah satunya ialah usaha jasa pangkas rambut laki-laki atau barbershop yang mulai ia bangun di Makassar. Usaha kecil tersebut ia jalani karena melihat adanya peluang lantaran di Makassar ketika itu belum tersedia jasa barbershop.

Ketiadaan barbershop di Makassar membuat Kalla kesulitan mendapatkan pelayanan untuk memotong rambutnya. Ia harus pergi Jakarta setiap kali memangkas rambut. Itulah sebabnya ia kemudian mendirikan barbershop.

Pelayanan yang diberikan barbershop milik Kalla bukan sekadar memangkas rambut, melainkan layanan premium. Di antaranya kain kep yang digunakan konsumen saat memotong rambut tidak digunakan berulang-ulang.

Hal itu disebabkan berdasarkan pengalamannya memotong rambut di barbershop langganannya, setiap kain kep digunakan lebih dari 10 konsumen. "Saya lihat selimutnya (kain kep) dipakai 10 kali. Nah, di Makassar saya bikin (barbershop) yang lebih baik," tuturnya.

Lirik politik
Kalla juga mengakui sulit meraih sukses sebagai pengusaha sekaligus politikus pada saat yang sama. Menurutnya, pengusaha yang ingin menjadi politikus harus fokus terlebih dahulu sebagai pengusaha, setelah itu baru fokus sebagai politikus.
Menurutnya, ia masuk ke dunia politik setelah 30 tahun menjadi pengusaha. Itu pun harus dijalani secara bertahap.

Setamat SMA, kenang Kalla, ia langsung masuk ke dunia usaha dan diangkat sebagai manajer oleh ayahnya, Hadji Kalla. Setelah itu, secara bertahap posisinya naik menjadi direktur hingga direktur utama, dan berakhir setelah 35 tahun dengan jabatan tertinggi di perusahaan.

Setelah usai di dunia usaha, barulah kemudian ia melirik politik sebagai aktivitasnya yang lain, itu pun dilakukan secara bertahap.

Namun, Wapres Kalla mengingatkan agar aktivitas usaha dan politik tidak dilakukan bersamaan karena akan terjadi konflik kepentingan yang berbahaya. (H-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya