Adrian Yunan Tampil untuk UNESCO

H-3
02/12/2018 23:10
Adrian Yunan Tampil untuk UNESCO
(MI/Sumaryanto Bronto)

MANTAN pemain bas Efek Rumah Kaca (ERK), Adrian Yunan Faisal, 42, akan berangkat ke Paris, Prancis, untuk tampil dalam UNESCO/Emir Jaber Al Ahmad Al Jaber Al Sabah Prize for Digital Empowerment of Persons with Disabilities. Adrian akan tampil dalam formasi trio bersama gitaris Reza Ryan dan multi-instrumentalist Roy Haris Chandra.

"Buat gue, hal ini besar impact-nya. Gue jadi tambah percaya diri dan tambah semangat. Dua hal yang sangat penting dari acara itu adalah tampil bermusik dan wawancara," tutur Adrian dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom, kemarin.

Selain Adrian, musisi disabilitas dari lima negara lain turut hadir, yakni Singapura, Mauritius, Prancis, dan Swiss. Sebagai perkenalan identitas Indonesia, Adrian membawakan lagu Mainan dan Lari dengan aransemen baru dengan melibatkan instrumen tradisional, seperti seruling Sunda, karinding, rebana Aceh, dan angklung. Ia juga membawakan lagu Ruang yang Sama. Ketiga lagu itu diambil dari album solo debut Sintas (2017).

"Gue dahulu enggak terbayang bisa sejauh ini. Ternyata, walau penglihatan gue diambil, tetapi rahmat Tuhan tidak diambil. Untuk para disabilitas harus tetap bersyukur. Kalau kita bersyukur, pikiran jadi positif. Tetap jalani kehidupan," pungkasnya.

Ajang penghargaan tingkat dunia itu dikhususkan untuk para penyandang disabilitas yang memiliki peranan penting dalam pemberdayaan bidang teknologi dan komunikasi informasi terkait dengan aspek sosial. Ajang ini berlangsung sejak 2002 dan didukung penuh pemerintah Kuwait. Nama penghargaan ini sendiri diambil dari Emir Kuwait (1977-2006).

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya