Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKIAN tahun bergelut di dunia penyiaran, Hamdan Alkafie, 39, merasakan betul manfaat public speaking. Ia mengungkapkan hal itu di hadapan sekitar 600 orang siswa-siswi Bogor Centre School (Borcess) Ashokal Hajar (Boash) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (28/11) sore.
"Public speaking itu penting karena bisa digunakan diberbagai lini. Sekolah, dunia kerja dalam bidang apa pun. Termasuk untuk menjadi seorang penyanyi pun diperlukan public speaking untuk menyampaikan pesan dari lagu yang dibawakannya," ujar laki-laki yang akrab dipanggil Alka.
Presenter Metro TV itu hadir sebagai salah satu pembicara Youth Journalism. Acara itu adalah salah satu rangkaian kegiatan Media Group (Metro TV, Media Indonesia, dan Medcom), dalam rangka ulang tahun ke-18 Metro TV, pada 25 November lalu. Workshop di Borcess menutup rangkaian acara Youth Journalism yang sebelumnya telah dilakukan di lima titik di Jakarta.
Public speaking, lanjutnya, juga sangat bermanfaat dalam memberi persentasi di kantor, kampus, atau sekolah.
Hamdan menjelaskan, public speaking adalah ilmu pengetahuan untuk menyampaikan pesan dengan suartu norma yang ada, agar pesan mampu diterima dengan baik. Dalam praktiknya, seseorang yang mafhum public speaking seperti dia pun tidak mudah melakukan itu.
"Saya sampai sekarang masih grogi, tapi harus tetap mampu menguasai materi," imbuhnya.
Ia pun memberikan sejumlah trik untuk menghadapi rasa grogi dan tidak percaya diri. "Master your material, lepaskan rasa sesal. Ada trauma, lupakan kegagalan itu dan harus mengingat semua masa lalu serta perbaiki persepsi diri," bebernya.
Cara lainnya, imbuh Hamdan, adalah dengan menganggap public speaking menyenangkan, anggap diri sebagai diva, seorang bintang. Anggap panggung sendiri, dan itu waktu milik sendiri.
"Faktor pembentuk speaker adalah 3L, yakni lahir atau bakat, lingkungan, dan latihan. Dan untuk punya karakter sendiri yang kuat. Jangan meniru dan jangan mengopi paste. Karena news presenter itu ujung tombak sebuah program, bahkan perusahaan," sahutnya.
Ketertarikannya dengan dunia penyiaran dan jurnalistik berawal dari minatnya sejak kecil didukung dengan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah. Setelah lulus menimba ilmu di pesantren, ia melanjutkan kuliah di Jurusan Komunikasi Universitas Diponegoro (2004). Setahun setelahnya, ia melihat peluang bekerja sebagai jurnalis di televisi dan bertahan dengan profesi itu hingga sekarang.
Lari sebagai terapi
Tak hanya manfaat public speaking. Presenter program Syiar Sirah Nabawiyah dan Khazanah Islam itu juga merasakan manfaatnya berolahraga. Ia mengatakan dirinya ialah penggemar olahraga kalistenik, jenis olahraga yang memaksimalkan kemampuan tubuh tanpa alat bantu.
Dalam akun Instagram-nya yang diikuti lebih dari 22 ribu followers, Alka kerap mengunggah foto saat dia berolahraga. Pada 19 November 2018, misalnya, ia mengunggah foto saat dia berlari dalam acara Borobudur Marathon 2018 di Jawa Tengah. Pada caption foto, Alka menuliskan bahwa lari ialah terapi efektif untuk dirinya. Bahkan, sudah menjadi bagian dari hidupnya.
"Runningusourtheraphy dan whenrunislife," tulis laki-laki berbadan atletis itu yang menjadi salah satu pengikut RIOT, sebuah komunitas lari di Ibu kota Jakarta. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved