Arifin Putra Ajak Milenial Peduli Dugong

Fathurrozak
24/11/2018 06:15
Arifin Putra Ajak Milenial Peduli Dugong
(MI/PANCA SYURKANI)

KURANGNYA kesadaran masyarakat terhadap lingkungan mengancam keberlangsungan spesies ikan duyung atau dugong beserta habitatnya. Hal itu disebabkan minimnya informasi yang diterima masyarakat.

Aktor yang juga aktivis lingkungan Arifin Putra mengungkapkan hal itu, saat acara Simposium Nasional Duyung dan Lamun di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (21/11) lalu.

"Banyak anak muda yang ingin membantu. Namun, tidak tahu caranya. Seharusnya anak muda ini diberikan tools yang tepat,” ujar Arifin.

Duta Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP) Indonesia itu menilai video bisa digunakan sebagai media yang efektif untuk mengampanyekan perlindungan ikan duyung di media sosialnya.

Untuk itu, Arifin bersama sejumlah rekannya membuat dua video. Video yang pertama bercerita mengenai kehidupan dugong dan habitatnya. Tidak hanya masyarakat, video itu juga ditujukan kepada turis dan pawang.

"Agar mereka tahu cara berinteraksi dengan duyung," katanya.

Ia mengatakan, pendidikan warga lokal mengenai ikan duyung perlu ditingkatkan karena mereka tidak tahu itu ialah satwa langka. "Bahkan, kita tidak boleh bersentuhan dengan duyung secara langsung karena terdapat bakteri yang membahayakan satu sama lain,” bebernya.

Video kedua, ditujukan untuk donatur dalam negeri maupun luar negeri. "Video yang kedua ditujukan untuk donatur-donatur dari Indonesia dan luar negeri agar mereka melihat kondisi duyung dan lamun seperti apa.”

Pencarian alternatif
Selama ini, ikan duyung menjadi buronan di beberapa daerah untuk dikonsumsi atau untuk diambil air matanya. Terdapat mitos bahwa air mata dugong masih dianggap sebagai pelet atau ramuan pengasih.

Salah satu program yang ditawarkan pemerintah ialah membuat mata pencarian alternatif bagi warga sekitar. Tujuan dari program itu agar warga tidak terlalu terfokus untuk berburu duyung, tetapi usaha lain yang bisa meningkatkan penghasilan warga dari sebelumnya.

Terkait dengan hal itu, pemerintah telah menetapkan Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut yang akan menjadi referensi bagi pemerintah pusat dalam rangka upaya konservasi mamalia laut di Indonesia, termasuk ikan duyung dan habitatnya.

Program konservasi DSCP terlaksana atas kerja sama United Nation Environment Programme-Conservation Migratory Species (UNEP-CMS) dengan Mohamed bin Zayed Species Conservation Fund (MbZ) sejak 2015.

Kepedulian Arifin terhadap lingkungan memang tinggi. Ia juga tergabung dalam proyek penyelamatan satwa dan lingkungan di organisasi penyelamat satwa WWF Indonesia. "Passion dari dulu banget sih pengen punya pabrik ramah lingkungan, tapi jadinya aktor," ungkap Arifin yang kini tengah disibukkan dengan film terbarunya, Foxtrot Six, bukan film The Night Comes for Us seperti diberitakan sebelumnya. (*/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya