Film Suzzanna Pecahkan Rekor Box Office Indonesia di Hari Pertama

Purba Wirastama
16/11/2018 20:10
Film Suzzanna Pecahkan Rekor Box Office Indonesia di Hari Pertama
(Dok MI)

FILM 'Suzzanna: Bernapas dalam Kubur' telah dirilis di bioskop reguler sejak Kamis (15/11) kemarin. Selama satu hari tayang ini, Suzzanna telah menembus rekor box office atau jumlah penjualan tiket untuk film-film domestik, terutama genre horor.

Menurut data terbaru FilmIndonesia.or.id per Jumat (16/11), film horor reboot produksi Soraya Intercine Films ini mencapai angka penjualan tiket 207 ribu lembar pada hari pertama. Dengan asumsi satu tiket rata-rata senilai Rp37 ribu, pendapatan kotor film telah mencapai Rp7,67 miliar. Hingga hari ini, film beredar luas di 570-an layar.

Berdasarkan catatan Medcom.id, capaian komersial Suzzanna hampir melampaui Dilan 1990 (Max Pictures) yang mencapai 225 ribu tiket pada hari pertama, serta sedikit di atas Ada Apa Dengan Cinta? 2 (Miles Films) yang mencapai 200 ribu tiket. Rekor komersial hari pertama masih dipegang Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 (Falcon Pictures) yang mencapai 270 ribu tiket.

Namun jika dibandingkan dengan film-film horor laris selama satu dekade terakhir, Suzzanna punya rekor komersial tertinggi untuk capaian komersial hari pembuka.

Pengabdi Setan (Rapi Films & CJE) menembus angka penjualan 91 ribu lembar tiket pada hari pembuka, kendati kemudian menanjak stabil hingga 4,2 juta tiket dan melampaui Jangkrik Boss! Part 2. Grafik kenaikan jumlah penjualan tiket untuk Pengabdi Setan terhitung jarang terjadi karena justru semakin laris pada beberapa akhir pekan berikutnya.

Dannur 2: Maddah (MD Pictures), pada hari pembuka, menembus angka penjualan 170 ribu lembar tiket. Total capaian akhir adalah 2,5 juta lembar tiket dan untuk sementara, menjadi film terlaris kedua 2018 di bawah Dilan 1990.

Jika capaian box office Suzzanna stabil hingga Minggu (18/11), jumlah penjualan tiketnya bisa mencapai 800 ribu hingga sejuta lembar tiket selama akhir pekan pembuka atau empat hari pertama tayang.

Perlu dicatat pula, jumlah penjualan tiket atau penonton pada masa awal tayang tidak selalu mencerminkan minat penonton terhadap film tersebut.

Pasalnya, sejumlah perusahan yang merilis film bersangkutan masih gencar melakukan promosi off-air, salah satunya menggelar acara nonton bareng dan memesan utuh satu sesi penayangan. (Medcom/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya