Lukman Hakim Saifuddin Menikmati Medsos

Ade Alawi
15/11/2018 05:00
Lukman Hakim Saifuddin Menikmati Medsos
(MI/Rendy Ferdiansyah)

SEBAGIAN orang memandang media sosial ialah dunia menjengkelkan atau bahkan mengerikan.

Namun, tidak bagi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, 55. Alumnus Universitas Islam As-Syafiiyah, Jakarta (1990) itu justru menganggap medsos sebagai dunia mengasyikkan.

Meskipun tidak terhitung banyaknya ucapan perundungan (bullying) yang diterima, entah karena kebijakan atau statement-nya sebagai menteri agama. Ia mengaku tidak kapok berselancar di medsos.

"Saya menikmati medsos," ungkap putra ke-9 dari mantan Menag Saifuddin Zuhri (alm) itu, seusai menghadiri acara Kemenag di Mata Media di pinggiran kolam renang sebuah hotel berbintang lima di Jakarta, Jumat (9/11) malam.

Di mata mantan Wakil Ketua MPR 2009-2014 itu, media sosial ialah sekolah baginya. Dari media sosial juga, ia mendapatkan lebih banyak hal positif ketimbang negatif. "Saya banyak mendapatkan ilmu, informasi, teman, dan sebagainya," sahut alumnus Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (1983) itu.

Dalam acara itu, di hadapan puluhan anggota Media Center Haji angkatan 2014 hingga 2018, dan pejabat eselon 1 dan 2 Kemenag, Lukman membacakan puisi Jika dan Mengapa, hasil karyanya yang diunggah di akun Twitter-nya.

"Puisi ini sebenarnya saya buat untuk diri saya dengan tagar mawas diri (#MawasDiri), karena saya suka nge-tweet (cicit). Kalau ada warganet yang merasa, ya biar saja, karena sekarang zamannya baper (bawa perasaan/sensitif). Bapernya nggak ketulungan," kata Lukman yang disambut tawa hadirin.
Usai membacakan puisinya, Lukman mendapat aplaus dari hadirin.

Punya kepekaan hati
Dari hasil penelusuran Media Indonesia, Lukman memang cukup aktif di media sosial. Ayah dari Naufal Zilal Kemal, Zahira Humaira, dan Sabilla Salsabilla itu memiliki akun @lukmansaifuddin di Instagram dan @lukmansaifuddin di Twitter. Ia bahkan memiliki akun sendiri di Youtube dengan nama Lukman Hakim Saifuddin dan website dengan namanya di www.lukmansaifuddin.com.

Dari semua saluran medsos itu, akun Twitter-nya yang terbilang paling update. Lukman terakhir kali membarui statusnya pada 13 November 2018, mengomentari pemberitaan cawapres Sandiaga Uno yang meminta maaf setelah melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH BIsri Syansuri di Jombang, Jawa Timur.

‘Mari maafkan kekhilafan itu.. Manusia tak terhindarkan dari kesalahan dan kekhilafan..,’ cicit Lukman yang juga tokoh NU itu.

Lukman yang malang melintang di NU pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris PP-LKKNU (1985-1988) dan Ketua Badan Pengurus Lakpesdam NU (1992-1995).

Ia juga tak jarang mengeluarkan pernyataan resmi via medsosnya, dalam menanggapi sebuah pemberitaan Kemenag yang menuai pro kontra. Misalnya, ketika ada pemberitaan mengenai rencana peluncuran kartu nikah bersamaan dengan sistem informasi manajemen nikah (Simkah) berbasis website, yang digunakan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mengelola administrasi pencatatan nikah.

‘Buku nikah tetap ada. Kartu nikah bukanlah pengganti buku nikah,’ cicit Lukman pada Senin (12/11).
Sebagai salah satu pembantu Presiden Joko Widodo yang sangat aktif di medsos, laki-laki kelahiran Jakarta, 25 November 1962 itu memberikan sedikit trik. "Jangan asyik sendiri. Kita harus memiliki kepekaan hati. Kita harus melihat orang lain juga. Namanya medsos kan digunakan untuk bersosial, bukan malah perilakunya antisosial," tutur politikus partai berlambang Kabah ini.

Begitu pun jurus menghadapi perundungan. "Berkomunikasi itu ibarat bertepuk dengan kedua belah tangan. Kalau cuma sebelah kanan, kan tidak ada tepukan itu. Begitu kalau kita dirundung, sekeras apa pun perundungan, kalau tidak perlu dilayani, ya abaikan saja. Nanti juga hilang dengan sendirinya," paparnya.

Terkait dengan acara malam itu, Menag mendapatkan apresiasi, kritik, dan masukan dari kalangan jurnalis, mulai masalah perhajian hingga hal-hal lain yang menjadi sorotan masyarakat. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya