Dewi Gita Titip Negeri kepada Pemuda

Abdillah Muhammad Marzuqi
14/11/2018 01:45
Dewi Gita Titip Negeri kepada Pemuda
(MI/RAMDANI)

PENYANYI Dewi Gita, 48, menitipkan negeri tercinta, Indonesia, kepada generasi muda. Ia menyampaikan itu kepada para pemuda yang hadir pada acara Indonesia Menari 2018.

Pada acara tersebut Dewi tampil sebagai bintang tamu. Istri vokalis grup band Gigi, Armand Maulana, itu bukan hanya menyanyi lagu pop, melainkan juga menunjukkan kemampuannya menyinden. Ia menyanyikan beberapa lagu tradisional dengan iringan musik bergenre electronic dance music (EDM).

Indonesia Menari memang diikuti para anak muda, tetapi ada juga beberapa peserta usia anak-anak dan dewasa. "Tugas yang lebih panjang ada pada mereka yang hadir di depan saya. Itu yang akan lebih banyak membangun negara ini. Jadi, saya bilang 'Kutitipkan negara ini di tangan mereka'," ujar Dewi setelah turun dari panggung Indonesia Menari 2018 di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (10/11).

Dewi mengaku belum banyak yang dilakukannya untuk bangsa dan negara Indonesia melalui profesi yang ditekuni. "Saya adalah generasi tua. Saya belum cukup ikut membangun negara ini, belum cukup," tegas perempuan bernama lengkap Dewi Yuliarti tersebut.

Pada kesempatan itu, ibu dari Naja Dewi Maulana tersebut menilai animo anak muda terhadap seni budaya Indonesia masih sangat besar. Terbukti acara Indonesia Menari 2018 kewalahan menerima jumlah peminat yang mencapai 3.000 pendaftar, padahal kuota yang tersedia hanya 1.500. Itu pun hanya di Jakarta, dan belum di kota-kota lain.

Minim kompetisi
Meski bangga dengan antusiasme dan semangat generasi muda pada dunia seni budaya Tanah Air, Dewi mengaku prihatin dengan minimnya wadah bagi mereka untuk berkompetisi. "Sayangnya, wadahnya yang sangat minim, sudah jarang," ucapnya.

Dewi mencontohkan, ketika ia masih belia banyak ajang kompetisi yang bisa diikutinya untuk berkarya. Bahkan, ia pernah menekuni karier sebagai penari sejak umur 9 tahun, sebelum kemudian lebih dikenal sebagai penyanyi.

Sejak belia pula ia memenangi banyak perlombaan menyanyi, antara lain juara Festival Pop Singer Jawa Barat, juara Keroncong Jawa Barat 1988, Bintang Radio dan Televisi Jawa Barat 1989, serta meraih juara II ajang Grand Champion Asia Bagus pada 1992.

"(Kondisi saat ini) beda dengan waktu generasi saya. Setiap tahun kompetisi untuk seni budaya tradisional banyak banget dan berwarna-warni. Kalau sekarang kita cari aja susah. Ya paling antar-SMP atau SMA sehingga tidak ada gaungnya yang keluar," ujarnya.

Meski kini masih ada kompetisi untuk mewadahi kretaivitas anak muda peminat seni budaya, lanjutnya, jumlahnya tidak banyak dan tidak punya magnet besar. Padahal, kompetisi yang banyak dibutuhkan ialah kompetisi yang mempunyai gaung besar.

"Kita butuh yang seperti ini, yang gaungnya bisa keluar. Wadah seperti ini yang sebenarnya yang kita butuhkan," kata Dewi menunjuk pergelaran Indonesia Menari 2018.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya acara televisi sebagai tempat pengembangan seni budaya. Padahal, masyarakat Indonesia masih banyak yang menjadikan televisi sebagai tontonan.

Oleh karena itu, Dewi berharap pertelevisian agar memberi ruang bagi  seni budaya Tanah Air. Dewi mengimbau kepada para pembuat program televisi mau menyisipkan konten seni budaya dalam karya mereka. (H-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya