Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KENNETH Bruce Gorelick, 62, yang populer dengan nama panggung Kenny G ialah pemain saksofon yang memiliki panggung khusus di hati penikmat musik jazz. Karena itu, kehadirannya dalam konser tunggalnya One Night Only: Kenny G Live in Jakarta yang digelar di Kota Kasablanka, tadi malam, seolah mengobati kerinduan penggemarnya di Tanah Air.
Laki-laki kelahiran Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat, 5 Juni 1956 itu memilih untuk memainkan lagu-lagu lawasnya yang familier, daripada lagu di album terakhirnya Brazilian Nights (2015). Hal itu seperti janjinya dalam sesi wawancara dengan media pada Senin (5/11) lalu.
Siluet, Forever in Love, Havana, Songbird, dan The Moment, ialah lagu-lagu lawas Kenny yang populer. Kenny juga memainkan Havana, satu lagu yang hanya dimainkan dalam konsernya dan tidak ada di albumnya, mengingat lagu ini melibatkan irama perkusi solo.
Single The Moment menjadi lagu utama dalam album berjudul sama yang dirilis pada 1 Oktober 1996 melalui Arista Records. Hingga berita ini diturunkan, lagu tersebut tercatat telah diputar 52 juta kali melalui akun Youtube KennyG.
The Moment diartikan Kenny sebagai situasi sekarang yang harus dijalani. Ia ingin membagi pesan bahwa setiap manusia sebaiknya menjalani kehidupan yang sekarang, daripada harus berlama-lama pada masa lalu atau memikirkan masa depan.
"Setiap orang harus hidup di kehidupan sekarang (at the moment). Anda tidak harus hidup di masa lalu, di masa depan, (melalui) itu tidak mudah. Saya bahkan tidak tahu apakah semua orang bisa melakukannya, tetapi setidaknya kita bisa mencoba karena saya selalu berpikir apa yang akan terjadi. Kita tidak harus selalu berpikir tentang masa lalu dan masa depan."
Penggemar sushi
Ini bukan kali pertama bagi Kenny bertandang ke Indonesia. Ia sempat mampir ke Prambanan Jazz Festival di Yogyakarta pada Oktober 2015.
Ia termasuk musisi yang konsisten dalam dunia musik. Sejak menelurkan album debut Self-Titled (1982) bersama Arista Records, ia terus bermain musik jazz dengan saksofon hingga saat ini.
Ia juga bukan tipikal musisi yang total melakukan geladi resik atau persiapan panggung pada saat menjelang konser. "Berlatih terlalu sering menjelang konser bisa membuat saya kelelahan. Mungkin itulah mengapa saya tidak suka berlatih. Ketika konser itu berlangsung, saya tidak terlalu banyak menghabiskan energi," sambungnya.
Laki-laki yang memulai debut profesionalnya pada usia 17 tahun itu memilih berolahraga untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya tetap prima. Ia berolahraga 2 jam setiap hari. "Saya bangun sekitar pukul 7 atau 7.30 pagi dan saya mulai berolahraga. Lalu saya sarapan," ungkapnya.
Soal makanan, Kenny bahkan sangat pemilih. Ia hanya menyantap sushi di mana pun ia berada ketika sedang melakukan tur atau menggelar konser. "Setiap kali tur saya selalu suka menyantap masakan Jepang karena rasanya nyaman untuk perut saya. Setiap pukul 1 siang makan sushi," terangnya.
Berkarier selama kurang lebih tiga dekade, Kenny yang telah dianugerahi penghargaan bergensi, seperti Grammy Award, tercatat telah melahirkan 23 album musik.
Keberhasilannya dalam mencetak rekor penjualan lebih dari 75 juta album pun semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain saksofon terbaik dunia. Setelah Jakarta, Kenny akan menghibur penikmat musik soft-jazz di Singapura dan Bangkok. (Medcom/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved