D'MASIV Berjuang lewat Karya

Abdillah Muhammad Marzuqi
06/11/2018 07:10
D'MASIV Berjuang lewat Karya
(MI/PERMANA)

Sudah lebih dari 10 tahun D'Masiv hadir mewarnai industri musik Tanah Air. Lagu-lagu mereka masih disukai para pendengar setianya, hingga bertahun-tahun setelah peluncurannya.

HARI Pahlawan yang diperingati setiap 10 November ialah momentum untuk mengenang kembali jasa-jasa para pendahulu bangsa. Atas perjuangan mereka, negara ini kukuh berdiri hingga hari ini.

Tanpa pengorbanan para pahlawan, mustahil generasi saat ini bisa menghirup udara dengan leluasa. Hal itu juga yang dirasakan grup band D'Masiv yang beranggotakan Rian Ekky Pradipta (vokalis), Dwiki Aditya Marsall (gitaris), Nurul Damar Ramadan (gitaris), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bassist), dan Wahyu Piadji (drumer).

Bagi D'Masiv, Hari Pahlawan bisa dimaknai sebagai momen pemompa semangat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. "Mari kita melanjutkan perjuangan pahlawan kita," ujar vokalis D'Masiv Rian, 31, saat berkunjung ke kantor Media Indonesia di Kedoya, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika dulu, para pahlawan berjuang melawan penjajah, hari ini generasi muda harus melanjutkan dengan karya dan prestasi. D'Masiv, kata ayah dari Euralia Cassidy Rian itu, coba menerjemahkan semangat itu dengan berturut serta dalam ajang Asian Games 2018.

Di perhelatan akbar itu, mereka terlibat menyanyikan sebuah lagu untuk mendukung para atlet yang berlaga. Dukungan itu sekaligus membawa pesan bahwa atlet ialah pahlawan bangsa.

"Atlet itu kan pahlawan bangsa. Kemarin kita juga sempat bikin lagu Asian Games yang Bright of the Sun untuk memberi semangat para atlet. Itu juga salah satu kontribusi kita untuk pahlawan masa kini," sambung Damar, 31.

Menurut mereka, generasi saat ini, mempunyai kreativitas yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari banyak munculnya pegiat media sosial berbasis video. "Pasti banyak dong kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh para penerus bangsa ini. Jadi, apa pun itu, asalkan itu positif dan bisa membangun diri kita dan bangsa ini, ya itu harus dilanjutkan," tambah Dwiki.

Perjuangan para pahlawan dapat dilanjutkan dengan berbagai cara. Apa pun jenis karya dan prestasi tidak jadi soal. Sepanjang karya tersebut positif. "Jadi, kita melanjutkan perjuangan para pahlawan itu dengan apa yang kita bisa. Jadi, kita berkarya untuk kita sendiri dan untuk Indonesia," seru laki-laki kelahiran Yogyakarta, 23 November 1988 itu.

Harus fokus

Agar karya yang diusungnya tepat sasaran, Dwiki menilai, orang tersebut harus fokus pada yang dikerjakan alias tidak bercabang. Jika terlalu banyak yang dikerjakan, akan susah untuk fokus.

"Sekarang medianya kan banyak. Jadi, untuk bisa berkarya itu justru lebih gampang. Tinggal kita fokus saja sih, karena kalau kita gak fokus nanti binggung kan," tambah Dwiki.

"Kalau bisa memang fokus pada apa yang disukai dan kemampuannya apa. Misalnya, berkarya entah bikin film, entah bikin musik, entah bikin karya seni, entah lukisan. Itu harus banyak dilakukan untuk bisa menyumbangkan apa untuk negara ini," pungkas Dwiki.

Grup band D'Masiv pertama kali dibentuk pada 3 Maret 2003. Nama D'Masiv diambil dari kata massive yang diharapkan bisa membawa band itu mencapai hasil terbaik sepanjang kariernya. Nama mereka mulai melambung setelah berhasil memenangi kompetisi musik A Mild Live Wanted pada 2007.

Setahun kemudian, album pertama berjudul Perubahan pun dirilis dengan Cinta ini Membunuhku sebagai lagu andalannya. Pada 2009, D'Masiv merilis mini album baru yang berisi dua buah lagu berjudul Mohon Ampun Aku dan Jangan Menyerah. Band ini menyabet gelar sebagai grup band terbaik di Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2010. (Ind/H-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya