Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHELATAN Indonesia Comic Con yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, 27-28 Oktober 2018, memberikan kabar gembira bagi pencinta jagoan Tanah Air. Pasalnya, dua jagoan Tanah Air dipastikan akan diangkat ke layar lebar. Mereka ialah Gundala dan Si Buta dari Gua Hantu.
Di Indonesia Comic Con, Joko Anwar yang menjadi sutradara Gundala, memperkenalkan para pemeran utama, yaitu Abimana Aryasatya sebagai Sancaka saat dewasa dan Gundala, Muzakki sebagai Sancaka saat anak-anak, Tara Basro sebagai Wulan, dan Bront Palarae sebagai Pengkor.
Bagi Joko, tantangan paling besar membuat film Gundala ialah membuat film dengan karakter lama, tetapi bisa terhubung dengan generasi sekarang. Oleh sebab itu, karakter harus kuat dan cerita yang dihadirkan memiliki sensibilitas dengan penonton zaman sekarang.
"Menulis skenarionya sangat susah. Saya sampai menulis di museum dan kuburan. Setelah empat bulan mengisolasi diri akhirnya bisa kelar juga," kata Joko.
Untuk menuntaskan skenario tersebut, Joko sampai mencari catatan-catatan kecil yang ditinggalkan pencipta Gundala almarhum Harya Suraminata (Hasmi). Dari catatan itu pula, ia akhirnya berani menampilkan sosok Sancaka cilik meski di komik-komik Gundala, cerita Sancaka saat masih anak-anak tidak pernah dihadirkan.
Dalam acara tersebut, ia lantas menunjukkan cuplikan film Gundala sekitar 20 detik. Sosok superhero itu tampak sekilas. Berbeda dengan di komik yang berwarna hitam, di film ini, Gundala terlihat banyak warna merah. Gundala mengenakan topeng, yang terdiri atas penutup kepala seperti helm kulit, telinga berbentuk sayap, dan kacamata ala pembalap motor trail.
Joko menambahkan, Gundala tidak melulu film soal jagoan yang mengalahkan musuh-musuhnya. Akan ada sisi-sisi emosional yang ditampilkan. Gundala bukan jagoan yang sempurna, melainkan juga memiliki kerapuhan dalam dirinya. Oleh karena itu, ia optimistis film yang direncanakan tayang medio 2019 itu tidak hanya akan enak untuk dinikmati secara visual, tetapi bisa dinikmati pula dengan hati.
Di lain kesempatan, Timo Tjahjanto, mengaku sangat tertarik dengan cerita yang dibuat pencipta si Buta dari Gua Hantu, Ganes TH. Karena masih mematangkan naskah filmnya, ia belum bisa banyak memberi bocoran. Yang jelas, Timo akan tetap setia dengan cerita aslinya.
"Pemahaman gue Si Buta (Dari Gua Hantu) ini diset saat Indonesia lagi keras-kerasnya, pada masa kolonial," jelas Timo di ajang serupa. Munculnya jagoan-jagoan Indonesia tampaknya menjadi salah satu tren baru di sinema Indonesia. Peran jagoan Indonesia tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebelumnya, Fox International pun tertarik untuk ikut memproduksi film Wiro Sableng yang penontonnya mencapai 1,5 juta orang. Seberapa keren kedua jagoan Indonesia itu di layar lebar? Mampukah mereka memikat para mileneal? Kita tunggu saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved