Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTUSIASME masyarakat menyambut Asian Para Games 2018 ternyata tidak kalah dengan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Selain menonton para atlet bertanding, banyak juga pengunjung yang ingin membeli pernak-pernik (merchandise).
Rara Putri Prasila, 19, mengaku sudah tidak sabar menyambut ajang kompetisi olahraga terbesar bagi penyandang disabilitas di Asia itu yang akan diadakan mulai 6-13 Oktober di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Pelajar kelas XII SMA Ki Hajar Dewantoro, Tangerang, tersebut berencana menonton langsung pertandingan basket yang menjadi olahraga favoritnya sejak duduk di bangku SD.
Namun, Rara pun sudah menyiapkan uang untuk berbelanja pernak-pernik (merchandise) Asian Para Games.
"Memang saya suka sih ngumpulin barang-barang yang lucu dan limited. Maskot-maskot itu kan cuma ada saat momen tertentu. Jadi, nanti kita punya barang langka. Makanya, saya ingin beli," ujarnya kepada Media Indonesia di Tangerang, kemarin.
Menurut Rara, beberapa temannya juga berminat membeli pernak-pernik Asian Para Games, terutama boneka maskot. Selain untuk koleksi, bagi anak seusianya, memiliki benda-benda khas yang sedang up to date atau kekinian seperti menjadi keharusan dan kebanggaan.
Panitia Penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc) 2018 sejatinya menyediakan 200 ribu jenis barang untuk tahap penjualan pertama. Pernak-pernik tersebut layaknya maskot Momo, gantungan kunci, flashdisk, stiker, tempat pensil, mug, sandal jepit, tas pinggang, kaus, bantal leher, dan jaket.
Masing-masing barang unik itu dibanderol dengan harga beraneka mulai Rp50 ribu sampai Rp900 ribu. Misalnya, ada topi yang dijual Rp250 ribu dan Rp350 ribu, serta jaket antara Rp350 ribu sampai Rp550 ribu.
"Kalau maskot Momo yang ukuran segitu, kira-kira 21 sentimeter, harganya Rp275 ribu. Tapi, untuk penjualannya baru kita buka saat acara pembukaan," ungkap Wakil Direktur Revenue & Sponsorship Inapgoc Susan Asianti saat jumpa pers peluncuran pernak-pernik Asian Para Games 2018 di Jakarta, Rabu (3/10).
Momo dapat menjadi daya tarik tersendiri yang mungkin akan paling banyak diburu pembeli, seperti maskot Asian Games 2018 yaitu Bhin Bhin, Atung, dan Kaka. Momo merupakan seekor elang bondol yang juga merupakan representasi Kota Jakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Para Games 2018.
<b>Delapan lokasi<p>
Belajar dari pengalaman Asian Games beberapa waktu lalu, Inapgoc menyediakan delapan titik lokasi penjualan pernak-pernik. Salah satu pusat penjualan utama, yaitu Megastore Inspirasi di Parkir Selatan GBK.
Selain itu, gerai terdapat di beberapa venue favorit, seperti Stadion Akuatik (Para Swimming), Istora Senayan (Badminton), Hall Basket (Wheelchair Basket), Lapangan Tembak Senayan (Para Shooting), Tenis Indoor (Voli Duduk), Velodrome Rawamangun (Balap Sepeda Trek), dan Wisma Atlet Kemayoran.
"Dengan itu, pengunjung enggak perlu antre lagi buat membeli suvenir. Lokasinya banyak sehingga bisa beli di beberapa titik tadi," imbuh Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari.
Delapan titik tersebut merupakan gerai resmi penjualan pernak-pernik Asian Para Games. Di luar itu, termasuk media daring dan minimarket, tidak dibenarkan menjual pernak-pernik Asian Para Games 2018.
Okto berdalih itu karena dikhawatirkan stok pernak-pernik justru habis seperti pengalaman Asian Games 2018.
"Jadi, kalau mau beli (pernik-pernik) langsung saja ke gerai resmi kita tadi," tandasnya.
Kendati tidak dijual di luar gerai resmi, Okto tetap yakin pihaknya mampu memperoleh penjualan pernak-pernik senilai Rp50 miliar. Hal itu berkaca dari animo masyarakat saat penyelenggaraan Asian Games.
"Sebagai pengusaha, strategi hari pertama dan kedua, yaitu harga masih normal, hari ketiga naik 10%, naik lagi 10% di hari berikutnya. Jadi, pernak-perniknya itu siapa cepat dia dapat," ucapnya. (S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved