Ebiet G Ade Anugerah Kebudayaan Pemantik untuk Terus Berkarya

Syarief Oebaidillah
28/9/2018 23:00
Ebiet G Ade Anugerah Kebudayaan Pemantik untuk Terus Berkarya
(PERMANA)

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan

LAGU legendaris Berita kepada Kawan. Lagu itu dinyanyikan sang pemiliknya, Ebiet G Ade, memungkasi puncak acara Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Seni Tradisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, Rabu (26/9) malam. Sepanjang lagu mengalun, para audiensi yang hadir, termasuk Mendikbud Muhadjir Effendy, turut bernyanyi.

Musikus kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, 21 April 1954, hadir menjadi salah satu dari 51 penerima anugerah kebudayaan tersebut. Suami dari penyanyi senior Yayuk Sugianto itu menerima Gelar Tanda Kehormatan Presiden RI Kelas Satyalancana Kebudayaan. Penghargaan itu diserahkan Mendikbud didampingi Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Pemilik nama lengkap Abid Ghoffar bin Aboe itu memang telah menjadi legenda permusikan di Indonesia. Ia dikenal sebagai musikus yang populer dengan lagu-lagu sarat pesan kehidupan.

Ebiet merajai dunia musik pop Indonesia di kisaran 1979-1983, melalui album-albumnya, seperti Titip Rindu buat Ayah, Menjaring Matahari, Berita kepada Kawan, dan Camellia.

"Ebiet G Ade, melalui kontribusinya pada musik kontemporer di Indonesia sangat besar. Karyanya jadi pijakan bagi eksistensi musik Indonesia di tengah hingar bingar serangan musik-musik asing. Begitu pun yang dilakukan seniman lainnya yang menerima penghargaan," kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid.

Ebiet mengaku merasa bersyukur atas anugerah itu. Menurut laki-laki yang hadir dengan mengenakan baju batik berlengan panjang itu, anugerah tersebut amat berarti dan menjadi pendorong untuk terus berkarya.

“Bagi saya, penghargaan dalam bentuk apa pun patut saya hargai dan hormati. Saya letakkan dalam irama hidup saya, sebagai bentuk rasa syukur saya terhadap karunia Tuhan,” kata Ebiet menjawab wartawan seusai acara penganugerahan itu.

“Anugerah ini menjadi pendorong saya untuk meneruskan apa yang telah saya lakukan. Kemampuan saya seperti ini, memotret keadaan sekitar, menerjemahkannya ke dalam musik sederhana yang mudah dicerna,” sambung pelantun lagu Camellia itu.

Bisa menginspirasi

Ebiet yang kini aktif sebagai Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional itu mengaku beruntung dan makin terpacu, saat beberapa kali lagu karyanya menjadi inspirasi bagi sebagian masyarakat. Bahkan, tak jarang yang mengaku hidup mereka berubah karena lagu yang ia bawakan.

“Tentu ini menjadi ladang ibadah bagi saya,” ujar Ebiet yang mengaku di waktu senggangnya kerap mengisi waktu bersama keluarga untuk travelling. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya