Dian Pelangi Bawa Koleksi Krama ke Amerika

Suryani Wandari Putri
19/9/2018 06:05
Dian Pelangi Bawa Koleksi Krama ke Amerika
(MI/PIUS ERLANGGA)

DIAN Wahyu Utami atau lebih dikenal dengan nama Dian Pelangi, 27, kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang Contemporary Muslim Fashions di San Francisco, Amerika Serikat, pada 22 September 2018 hingga 7 Januari 2019.

Pameran mode muslim terbesar pertama di Amerika itu membuka jalan baru masuknya fesyen muslim Indonesia di peta fesyen dunia. Desainer kelahiran Palembang, Sumsel, itu akan membawa tiga koleksi barunya bertajuk Krama.

"Alhamdulillah pencapaian desainer Indonesia sampai mampu tampil di Contemporary Muslim Fashions, menjadi sebuah prestasi kita bersama. Bukan hanya yang berangkat ke sana nanti tapi juga pihak yang punya andil dalam memajukan modest muslim Indonesia," kata Dian saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (17/9).

Contemporary Muslim Fashions merupakan pameran mode muslim terbesar pertama yang mengeksplorasi sifat kompleks dan beragam kaidah busana muslim seluruh dunia, baik mengenakan hijab maupun tidak dengan menghadirkan desainer dari 53 negara. Di sana, Dian akan tampil bersama lima desainer Indonesia lainnya, yakni Itang Yunasz, Khanan Shamlan, Rani Hatta, Nur Zahram, dan IKYK. Bagi para desainer, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi sebuah pengakuan internasional terhadap fesyen muslim Indonesia.

"Pameran ini merupakan kesempatan agar busana muslim Indonesia diakui. Jangan sampai kita kehilangan spotlight itu," sebut Dian.

Selain tiga koleksi Krama, Dian juga membawa serta dua koleksi karya Haute Couture, Eredita Srivijaya, untuk Torino Modest Fashion Week, dan koleksi Alurrealist. Menurutnya, busana Indonesia dikagumi banyak orang asing lantaran bisa berjalan seiringan antara etnik dan agama.

Sejauh ini persiapan untuk ajang Contemporary Muslim Fashions sudah matang. Bahkan, ia telah melakukan sesi pemotretan busananya Juli lalu dengan model muslim Amerika ternama, Halima Aden. Dian memuji kepribadian Halima yang dinilai ramah dan menyenangkan.

"Jujur waktu pemotretan, Halima tak henti-hentinya bicara bahwa ini (busana milik Dian) merupakan baju favorit dia. Saya tidak tahu apakah dia mencoba untuk membuat saya tersanjung atau apa, tapi hal itu merupakan apresiasi yang tinggi untuk busana muslim Indonesia," ungkapnya.

Satu kejadian menarik, model berkebangsaan Somalia yang berkompetisi dalam kontes kecantikan Miss Minnesota, AS, itu sempat takjub saat melihat ciput ninja atau inner ninja yang dibawa Dian. Dalaman hijab itu dianggap sebagai inovasi canggih di dunia fesyen. Halima pun mengaku sangat menyukainya dan langsung meminta lima ciput ninja yang dibawa Dian.

Diundang Forbes
Kesibukan Dian di Amerika tidak hanya untuk ajang Contemporary Muslim Fashions, tapi juga menghadiri undangan Forbes 30 Under 30 Summit di Boston, pada 23-30 September 2018. Tahun ini Dian Pelangi termasuk di antara 30 anak muda berusia di bawah 30 tahun di kawasan Asia, yang memiliki potensi menjadi pemimpin atau pengusaha masa depan.

Ada 16 perwakilan asal Indonesia yang masuk daftar, tetapi hanya empat perempuan dalam jajaran nominasi bergengsi tersebut, termasuk Dian. Di pertemuan Forbes 30 Under 30 Summit itu, peraih dua kategori sekaligus, yakni the arts dan celebrities ini akan berbicara mengenai sikap para perempuan terhadap beberapa bidang.

Di ajang bergengsi itu pula, Dian mengaku ingin bertemu dengan Malala Yousafzai, aktivis Pakistan untuk pendidikan perempuan yang juga peraih Nobel termuda. "Aku ingin ketemu dia karena terinspirasi, pengin banyak sharing apalagi kita sesama berhijab yang sama-sama berjuang meskipun di bidang berbeda. Siapa tahu bisa berkolaborasi," pungkas Dian. (H-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya