Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTISI meditasi Adjie Santosoputro, 34, mengatakan pentingnya rehat sejenak dari media sosial atau istilah populernya digital detox. Dia menuturkan, tujuan dari berhenti sejenak ialah menjauhkan diri dari efek negatif yang ditimbulkan internet. "Memang ada kalanya kita perlu rehat dari social media, maka ada istilah digital detox. Kalau yang sudah tekun berlatih mindfulness, maka akan berhenti sejenak dari social media satu hingga dua minggu sampai benar-benar lepas dari koneksi internet. Lebih mewaraskan diri," terang pria lulusan Ilmu Psikologi dari Universitas Gadjah Mada itu.
Adjie menyampaikan, tidak harus ekstrem hingga menutup akun media sosial, tetapi sederhananya mengurangi porsi mengakses internet pada jam-jam tertentu. "Rehat setelah pukul 7 malam biasakan tidak memegang gawai. Saya baru kembali memegang gawai pada pukul 9 pagi," kata Adjie yang menerapkan self-healing dengan metode mindfulness.
Ketika ditanya caranya mengurangi aktivitas di media sosial sehingga tidak terpancing komentar negatif ataupun informasi tidak benar menjelang tahun politik, Adjie mengaku punya beberapa cara. Pertama, membatasi jalur komunikasi. Menurutnya dulu, kita kekurangan jalur komunikasi, sekarang kita berlebihan jalur komunikasi sehingga ia memilih jalur komunikasi yang menurutnya penting.
"Direct message (pesan langsung) di Twitter dan Instagram, bahkan Whatsapp dari orang-orang yang tidak saya kenal saya batasi. Whatsaap grup saya kurangi," tutur dia.
Selain itu, ia juga mengurangi intensitas komunikasinya. "Setiap orang yang mengirim pesan ke saya, tidak bisa langsung saya balas. Kita serba ketakutan harus segera membalas pesan yang kita terima. Hanya diri kita yang merasa tidak up to date ketika tidak segera membalas pesan," terangnya.
Ketiga, Adjie menyampaikan, ketika menerima komentar negatif, ia sadar komentar itu ditujukan bagi sebagian kecil dari dirinya. Contohnya ketika cicitannya diserang orang, ia sadar yang dibenci itu cicitan dirinya. "Bukan saya sehingga meladeni haters atau komentar negatif menjadi lebih soft. Tidak terus terbawa perasaan. Termasuk tulisan, mungkin tulisan kita dianggap jelek lalu drop dan sebagainya dengan mindfulness menjadi sadar yang dibenci ialah tulisan bukan dirimu sehingga jangan benci dirimu. You are perfect as you are sehingga apa pun yang terjadi teruskan. Melangkah saja," tutur Adjie.
Mendukung secara sehat
Indonesia akan memasuki tahun politik pada 2019, Adjie menuturkan, kita harus mengendalikan diri untuk belajar mencintai sewajarnya saja dan membenci sewajarnya.
"Ini sangat penting di dunia politik karena sesuatu yang berlebihan tidak baik. Misalnya, saya mendukung salah satu kubu. Kalau gelap mata, saya fanatik yang saya cintai pasti benar, selalu benar. Itu yang membuat kita lelah," ujar Adjie.
Menurutnya, lebih baik apabila kita memberikan dukungan, maka lakukan secara sehat. Demikian juga sebaliknya, kalau kita membenci satu kubu lalu jangan menganggap pihak yang berseberangan selalu salah.
"Tidak bisa pasti ada benarnya. Yang kita dukung pasti ada salahnya diakui saja. Mendukung bukan berarti gelap mata. Mindfulness mengajak kita untuk mendukung secara sehat," tutup Adjie. (H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved