Dira Sugandi Tertantang Berkampanye untuk Diaspora

Putri Anisa Yuliani
07/9/2018 02:30
Dira Sugandi Tertantang Berkampanye untuk Diaspora
(MI/SUMARYANTO BRONTO)

Penyanyi Dira Sugandi, 39, akan menyanyi di Amerika Serikat pada 23 September mendatang. Kegiatannya itu tidak hanya bertujuan menghibur para penggemarnya tetapi juga memiliki misi khusus, yakni mengajak para diaspora yang ada di 'Negeri Paman Sam' itu menggunakan hak suara mereka saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Melalui agenda Panggung Kebangsaan yang dibentuk Masyarakat Peduli Indonesia, Dira bersama penyanyi lainnya akan turut menyosialisasikan pemilu dan pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin.

Dira menyebut meski suara diaspora hanya 0,5% dalam pilpres, misi yang ia akan jalankan nanti sangat penting. Pengisi acara pada upacara penutupan Asian Games 2018 yang lalu itu ingin agar setiap warga Indonesia yang berhak memilih menggunakan hak suara masing-masing dengan bijak dan tidak melewatkan kesempatan pada pemilu yang hanya terjadi lima tahun sekali.

"Jadi, kami memang ingin agar diaspora ini betul-betul menggunakan hak suara dalam pemilu. Jangan sampai menyesal karena banyak orang yang merasa bahwa mereka pihak kecil dan tidak berarti," kata Dira ketika ditemui di Jakarta, Rabu (3/9).

Penyanyi dengan album berjudul Something About the Girl itu menuturkan mengajak Diaspora untuk bergerak aktif dalam pesta demokrasi memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut ialah jauhnya tempat mereka beraktivitas dari Indonesia. "Mereka merasa memilih itu tidak penting karena tidak merasakan dampak langsung. Ini jadi tantangan bagi saya," terang penyanyi berambut pendek itu.

Bangkitkan nasionalisme
Untuk mendorong agar para diaspora mementingkan penggunaan hak suara, ia menekankan upayanya pada cara membangkitkan rasa nasionalisme para diaspora.

Menyanyikan lagu-lagu kebangsaan serta berkampanye untuk mendukung salah satu pasangan capres-cawapres, menurutnya, akan membangkitkan semangat diaspora untuk menggunakan hak suara mereka.

"Saya saja yang sering keluar negeri, lebih banyak beraktivitas di luar, kalau dengar lagu Indonesia, langsung terharu. Mereka yang di luar itu sebetulnya bisa lebih besar lagi nasionalismenya jika dibandingkan dengan kita yang di sini. Jadi, bagaimana memancing rasa nasionalisme itu keluar dari dalam hati dan pikiran," tegasnya.

Dira mengaku ingin memiliki pemimpin yang terbuka dan modern tanpa melupakan ketegasan dan jati diri bangsa. Dengan sikap keterbukaan dan ketegasan tersebut, menurutnya, Indonesia bisa berkembang menjadi lebih maju tanpa dipandang remeh oleh negara lain.
"Sekarang kita lihat, dengan ketegasan, Indonesia sudah jauh lebih maju. Fasilitas dan infrastruktur sekarang terbangun. Warga merasa diperhatikan. Itulah sebetulnya yang membuat masyarakat merasa suaranya telah menjadi berarti," kata Dira.

Sementara itu, pemimpin yang ketegasannya juga ditunjukkan di kalangan internasional membuat WNI yang ada di luar negeri menjadi merasa aman. Menurutnya, karakter pemimpin yang tidak hanya tegas di dalam tetapi juga di luar seperti itulah yang dibutuhkan seluruh masyarakat.

"Coba kalau kita punya pemimpin yang tidak memiliki pikiran terbuka, suka mencari musuh dengan negara lain, warga Indonesia di luar negeri akan merasa tidak nyaman. Ya, kita tidak tahu, bisa jadi mereka akan dipersulit hidupnya, mendapat perlakuan diskriminasi dan lainnya. Untuk itulah, saya bilang bahwa mereka harus mengungkapkan suara, aspirasi, dan menggunakan hak suara," tandasnya. (H-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya