Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BURUH migran rentan terekrut jaringan teroris. Fakta itu terungkap di film dokumenter berjudul Pengantin (Bride) yang disutradarai Noor Huda Ismail. Film yang diriset Rizka Nurul pada 2017 ini ditayangkan di Asean Consensus and Human Rights Situation of Migrant Workers in The Region, Jakarta, Jumat (31/8).
Rizka mengaku film ini merupakan kecelakaan. Awalnya, ia hendak meneliti tentang para deportan yang bergabung ke IS dan dikembalikan ke Indonesia melalui Turki. Saat itu hampir sebanyak 500 deportan yang dikembalikan ke Indonesia.
Salah satu yang ditangkap Densus 88 bernama Anggi, mantan buruh migran dari Hong Kong. Rizka yang ingin mewawancarai Anggi mendapatkan penolakan dari Densus karena Anggi tengah diinvestigasi terkait dengan aksi bom bunuh diri.
Namun, Rizka mendapatkan fakta baru setelah mewawancarai Dian dan Ika terkait dengan jarangan teroris. Dari wawancara itu, ketiganya sama-sama buruh migran dan bergabung dalam jaringan radikal. Keterlibatan mereka setelah perkenalan dengan laki-laki melalui media sosial. Mereka ditawarkan bergabung dengan syarat menikah terlebih dulu.
Buruh migran dari Hong Kong, Malaysia, dan Singapura yang paling rentan direkrut karena mereka memiliki waktu luang untuk bermedia sosial. Ditambah lagi mereka memiliki uang dan pemberani.
Menurut dia, ada buruh migran yang mengirimkan uang kepada suami untuk merakit bom. Namun, aktivitas itu tercium Densus 88. Sang suami dapat ditangkap, sedangkan sang istri yang berada di Hong Kong dideportasi ke Indonesia.
“Jaringan teroris memilih buruh migran karena mereka pemberani. Tidak banyak perempuan yanh berani bekerja di luar negeri, jauh dari keluarga,” kata Rizka.
Namun, ada juga yang tidak bergabung dengan jaringan radikal, namanya Fatmawati. Bedanya lelaki yang dinikahinya tidak radikal. Sang produser Rosyid Hakim melengkapi film berdurasi 33 menit ini dengan buruh migran, juga rentan direkrut jaringan teroris. (AT/M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved