Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA kecil, termasuk hal kebiasaan dan kegemaran, merupakan masa yang paling menentukan karakter seseorang di kemudian hari. Masa kecil presenter Metro TV Eva Ratna Hari Putri yang bahagia dan selalu dilibatkan dalam beberapa aktivitas oleh orangtuanya, membentuk ia menjadi pribadi yang menyukai pengetahuan dan haus informasi.
Aktivitas yang selalu ia lakukan bersama kedua orangtuanya sejak ia masih kanak-kanak ialah menyerap berita melalui televisi (TV) berita serta membaca koran dan buku.
“Sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), aku terbiasa diajak papa nonton TV berita (Metro TV). Dari situ aku terbiasa mengetahui informasi yang biasanya jadi kebutuhan orang dewasa,” katanya.
Selain diajak untuk menyaksikan setiap perkembangan dunia, sulung dari tiga bersaudara yang lebih akrab disapa Eva Wondo itu juga terbiasa digembleng untuk rajin membaca. Mulai koran hingga buku nonfiksi. Itulah sebabnya ia kemudian gemar melahap buku nonfiksi atau pengetahuan berbau politik. “Sejak kecil itulah aku suka baca koran, buku, dan nonton Metro TV,” ucapnya.
Karena kegemarannya melahap informasi dan buku politik, Eva dinilai teman-temannya sebagai pribadi yang serius. Baginya, hal itu tidak menjadi masalah sebab hasil didikan kedua orangtuanya yang ia sebut agak ‘horor’ itu menuai dampak positif. Hal itu disebabkan perempuan asal Semarang, Jawa Tengah, kini menjadikan membaca sebagai kebutuhan hidup.
Presenter program Election Update dan informasi pilkada, pileg, dan pilpres itu mengatakan, membaca ialah bagian dari rekreasi manusia untuk menambah pengetahuan serta menjadikan pikiran selalu diperbarui melalui informasi baru. Bahkan bagi perempuan kelahiran 26 tahun lalu itu, membaca sangat berkaitan dengan aktivitasnya sekarang sebagai presenter Metro TV.
“Membaca itu sangat menyenangkan dan bermanfaat. Mengisi waktu dengan membaca membuat saya memperoleh ilmu baru dan yang terpenting, semakin banyak membaca, semakin banyak perbendaharaan kata yang saya dapat sehingga membantu saya saat live report, sesuai profesi saya,” jelasnya. Salah satu buku nonfiksi yang ia sukai ialah buku karya Andi Noya yang menceritakan kisah perjalanan kariernya sebagai jurnalis.
Eva juga mengatakan, kebiasaan membaca sangat berkaitan erat dengan tingkat kemajuan suatu bangsa bila ingin menjadi bangsa yang besar. Membaca juga dapat memengaruhi perilaku dan kualitas masyarakat. Oleh karena itu, setiap keluarga sebaiknya mengenalkan kebiasaan membaca kepada anak-anak sejak masih kecil.
Bahasa asing
Selain pentingnya kebiasaan membaca, ujarnya, menguasai bahasa asing ia nilai sama pentingnya. Di tengah kemajuan zaman yang serba cepat dan tanpa batas, penguasaan bahasa asing sangat bermanfaat bagi seseorang dalam menghadapi persaingan global yang semakin sengit.
“Karena itu, aku sekarang sedang mendalami bahasa Jepang. Menurutku, penguasaan bahasa asing itu penting, apalagi sekarang,” ucapnya.
Penyuka buah durian tersebut mengatakan, saat di bangku SMA ia sempat mempelajari bahasa Jepang, tapi kemudian terhenti. Padahal, ia sebetulnya juga menyukai budaya ‘Negeri Matahari Terbit’ itu.
Tekadnya melanjutkan bahasa Jepang muncul kembali ketika ia bertugas ke Jepang dan di negeri itu ia harus menggunakan bahasa yang sempat dipelajari di bangku SMA tersebut. “Aku tersadar, bahasa Jepang yang sempat aku pelajari sangat bermanfaat, meskipun sebagian sudah lupa,” katanya. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved