Sheila Timothy Kerja Sama,Transfer Ilmu Pengetahuan

Indriyani Astuti
21/8/2018 00:00
Sheila Timothy Kerja Sama,Transfer Ilmu Pengetahuan
(MI/ PERMANA)

PRODUSER film Sheila Timothy, 46, mengungkapkan ada banyak manfaat yang ia dapatkan ketika menjalin kerja sama dengan luar negeri. Pada film terbaru garapannya Wiro Sableng, Lifelike Pictures, rumah produksi yang ia dirikan menjalin kerja sama dengan 20th Century Fox. Kakak aktris Marsha Timothy itu juga menyampaikan bekerja sama dengan luar negeri bukan karena Indonesia tidak mampu, melainkan justru pihak luar yang merasa tertarik menggarap film Indonesia, dalam hal ini Wiro Sableng yang telah dikenal luas.

"Tidak hanya masalah uang, kalau uang bisa mudah saya cari karena Wiro Sableng sudah dikenal banyak orang di Indonesia, pasti banyak yang ingin investasi. Tapi, kerja sama internasional keuntungannya satu yaitu kita mendapat transfer ilmu pengetahuan," tutur perempuan yang akrab disapa Lala itu disela-sela acara media visit di Kantor Media Grup, Jakarta, pada Senin (20/8).

Ia juga menyampaikan 20th Century Fox mempunyai pengalaman memproduksi film selama puluhan tahun. Dari kerja sama yang dijalin, pihaknya mendapatkan masukan mengenai skrip film Wiro Sableng yang dibuat. Selain transfer ilmu pengetahuan, manfaat lain ialah pihaknya mendapatkan post promotion di televisi yang bekerja sama dengan Fox.

"Kemarin ketika film Deadpool rilis, dimasukkan promosi Wiro Sableng melalui tv yang bekerja sama dengan Fox," ucap Lala. Selain itu, menurutnya, saat ada kerja sama masalah pendistribusian film menjadi lebih mudah dilakukan.

Fox menyatakan ketertarikannya memproduksi film asli Indonesia, yakni Wiro Sableng, setelah Lala melakukan pertemuan pada 2016. Dari sana disepakati investasi yang ditanamkan dibagi rata yakni 50%-50%. Lala mengungkapkan, pada awalnya mereka menawarkan investasi 100%, tetapi pihaknya ingin agar Indonesia tetap memegang hak atas film tersebut.

"Saya merasa ini milik Indonesia, tetap harus ada kolaborasi dari Indonesia. Kita tetap ingin memegang hak sehingga kita ingin kerja sama yang sejajar. Kita punya porsi yang sama besarnya dengan Fox dan keputusan ada pada kami," ungkap istri Luki Wanandi itu.

Eksplorasi kekayaan Indonesia
Ia menuturkan tertarik mengangkat Wiro Sableng dari buku karya Bastian Tito ke layar lebar karena selain sudah dikenal luas, dari segi cerita amat menarik. Selain membangkitkan fantasi, ketika dibuat oleh pelaku film terbaik, maka semua genre dapat muncul dalam film tersebut.

"Ada drama, komedi, action. Semua ada. Wiro Sableng punya dunia yang luas sehingga bisa dikembangkan karena mengambil dari buku. Ini gabungan dari beberapa buku sekaligus, empat buku pertama dan karakter menarik dari beberapa buku," terangnya.

Kearifan lokal serta budaya Indonesia turut ditonjolkan dalam film ini. Lala mengatakan, production designer memasukkan unsur kain khas Indonesia seperti ulos dan lainnya dalam kostum para pemain. Selain itu, senjata asli Indonesia, seperti mandau, kujang, dan sebagainya juga dikreasikan ulang menjadi senjata yang akan digunakan para pemain.

"Misalnya, kapak milik Wiro Sableng kalau di sinetron polos, di sini ada pamor seperti keris," terangnya. Film ini akan dirilis pada 30 Agustus mendatang. Lala menyampaikan semula berniat merilis pada September, tetapi permintaan dan animo masyarakat cukup tinggi sehingga jadwal rilis dimajukan. (H-5)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya