Addie MS Nyanyi Massal untuk Harmoni Indonesia

Dhika Kusuma Winata
04/8/2018 11:00
Addie MS Nyanyi Massal untuk Harmoni Indonesia
(MI/RAMDANI)

BESOK pagi bakal jadi satu kesempatan berharga dan langka bagi Addie MS, 58. Konduktor senior itu bakal memimpin gelaran menyanyi lagu nasional massal bertajuk Harmoni Indonesia 2018 yang dipusatkan di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Ia bakal menjadi dirigen paduan suara yang akan diikuti jutaan orang di berbagai kota di Tanah Air.

"Saya diminta untuk menyelaraskan semangat perjuangan dan kebangsaan kita melalui bernyanyi bersama. Tidak hanya di Senayan, tapi sinkron dengan beberapa kota lain," katanya saat jumpa pers Harmoni Indonesia 2018 di Gedung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) Jakarta, kemarin.

Harmoni Indonesia merupakan kegiatan yang digelar pemerintah menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI pada 17 Agustus serta gelaran Asian Games 2018.

Menristek-Dikti M Nasir mengatakan, sekitar 7 juta mahasiswa di berbagai daerah akan dilibatkan bernyanyi bersamaan. Mereka terhubung melalui siaran langsung di televisi.

Untuk kegiatan di GBK, diperkirakan 50 ribu orang dari berbagai elemen turut berpartisipasi. Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri juga bakal ikut bernyanyi bersama.

"Ini merupakan suatu wadah pernyataan kebangsaan bersama. Presiden berkali-kali menegaskan, persatuan dan kebinekaan bangsa ini harus dirawat," tutur Addie.

Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu kesulitan yang terus ia upayakan agar dapat teratasi. Pasalnya, peserta yang akan mengikuti paduan suara massal berada di lokasi yang berbeda-beda. Ketepatan waktu bernyanyi antarsatu tempat dengan tempat lain bisa saja tidak sesuai.

"Salah satu kesulitannya adalah presisi waktu, karena kami harus berkomunikasi dengan beberapa kota. Tapi untuk ini kami mengupayakan terus dan saat ini sudah mulai semakin jelas," lanjutnya.

Pesan kebangsaan
Addie berpendapat, persatuan antarsesama warga bangsa saat ini belum sepenuhnya terbentuk secara solid meski republik ini memasuki usia ke-73 tahun.

Pendiri Twilite Orchestra itu menilai kerukunan bangsa kerap mengalami pasang surut. Masih banyak orang yang memandang perbedaan secara negatif. Ia juga menilai rasa saling menghargai kini mulai luntur akibat isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Buktinya, di media sosial kita marak provokasi. Antarteman dan keluarga bisa bermusuhan akibat sentimen sektarian."

Dalam konteks itulah, menurut Addie, lagu-lagu nasional menjadi kian relevan untuk dipopulerkan kembali menjadi gerakan budaya. Musik dan lagu perjuangan, menurutnya, masih relevan untuk digemakan kembali guna mengingatkan perjuangan pendiri bangsa.

"Lagu nasional ialah inspirasi kerinduan dan keinginan akan kemerdekaan. Tapi sekarang kita hanya taken for granted lalu melupakan pentingnya kemerdekaan. Mudah-mudahan dengan menyanyikan lagu-lagu semangat persatuan, kita bisa menyatakan bahwa apa pun pilihan kita, bagaimanapun kita berbeda, kita tetap satu bangsa," jelasnya.

(H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya