Olivia Zalianty Bangga Bawa Obor Asian Games di Danau Toba

(Ant/H-1)
03/8/2018 01:30
Olivia Zalianty Bangga Bawa Obor Asian Games di Danau Toba
( ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

AKTRIS yang juga mantan atlet wushu Olivia Zalianty, 36, mengaku sengaja memilih Danau Toba sebagai lokasi untuk menjadi pembawa obor dalam rangkaian kirab obor Asian Games 2018 yang berlangsung Rabu (1/8). Selain alamnya yang sangat indah, danau seluas 1.130 kilometer persegi itu merupakan danau vulkanis terbesar di dunia.

Ia bahkan memastikan bakal menyesal jika membatalkan keikutsertaannya sebagai pembawa obor Asian Games 2018 di Danau Toba. "Saya memang sering keliling Indonesia, tapi kali ini pilih Danau Toba karena Danau Toba adalah danau vulkanis terbesar di dunia. Nyesel kalau enggak ke sini," katanya di sela-sela rangkaian kirab obor Asian Games 2018 di Simalungun, Sumatra Utara (Sumut).

Putri aktris Tetty Liz Indriati dan adik kandung aktris Marcella Zalianty itu berharap pariwisata Indonesia, khususnya Danau Toba, bisa berkembang seperti pariwisata serupa di negeri lain. "Bagaimana pariwisata di sini bisa seperti di luar negeri memang perlu waktu,"  ujarnya.

Ia mengatakan pariwisata tidak hanya tentang menikmati keindahan alam yang ada, tetapi juga kenyamanan infrastruktur yang disediakan. Sejak 2016, Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata yang diupayakan pemerintah menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas.

Pada rangkaian kirab obor Asian Games 2018, Danau Toba menjadi salah satu lokasi penting dengan kirab obor yang digelar di tiga kabupaten di sekitar danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Olivia juga mengaku bangga atas kepercayaan yang diserahkan kepadanya sebagai salah satu pembawa obor. Ia membawa api abadi itu menyeberangi Danau Toba dari Dermaga Astari menuju Dermaga Sibaganding, kemudian m menyerahkannya kepada para pembawa obor selanjutnya.

"Tadi saat membawa obor, saya terharu. Karena tadi keliling begitu ketatnya, kemudian api ada di tangan aku. Jadi ganda antusiasnya," kata perempuan yang pernah aktif berkompetisi sebagai atlet wushu mewakili Indonesia di sejumlah kejuaraan tingkat dunia.

Baginya, Asian Games ialah pesta olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade. Sebagai pelaku olahraga, ujarnya, ia sangat mengapresiasi kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah.

Yang terbaik
Olivia lantas mengenang bagaimana Indonesia pernah sukses menyelenggarakan Asian Games 1962 sekaligus menjadi capaian prestasi terbaik di pesta olahraga antarbangsa Asia itu. Saat itu Indonesia menempati peringkat kedua dalam klasemen akhir perolehan medali.
Lantaran tidak menjadi saksi mata langsung prestasi tersebut, Olivia bertekad memberikan yang terbaik dengan caranya agar Indonesia bisa mengulangi kesuksesan tersebut pada 2018 ini.

"(Asian Games) yang pertama kali 1962, saya belum lahir. Sekarang saya berusaha yang terbaik untuk Indonesia," katanya.

Guna menunjukkan keseriusannya tersebut, ia berperan aktif dalam Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia 2018 (Inasgoc) dengan menjadi client service di Deputi II organisasi itu.

Selain Olivia, ada beberapa nama yang menjadi pembawa obor dalam fase pertama kirab obor Asian Games 2018 di Sumut, antara lain mantan atlet pencak silat nasional Dahliana, Direktur Ticketing Inasgoc Sarman Simanjorang, petarung bela diri campuran (MMA) JK Saragih, dan legenda tinju nasional Hendrik Simangunsong. (Ant/H-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya