Diastika Lokesworo Kolaborasi Tiga Arsitek

Retno Hemawati
17/7/2018 01:15
Diastika Lokesworo Kolaborasi Tiga Arsitek
(MI/PERMANA)

PENYANYI Diastika Lokesworo menyempatkan diri merilis video musik single-nya yang berjudul Kesempatan di Wot Batu, Bandung, pada Jumat (13/7) sebelum menimba ilmu kembali di ‘Negeri Paman Sam’. Dalam videoklip itu, dia berkolaborasi dengan dua arsitek lain, yakni Sunaryo yang juga merupakan perupa, dan Galih Mulya Nugraha, arsitek yang juga merupakan video maker.

Dias, demikian namanya sering disebut mengaku mengagumi perupa Sunaryo yang mendirikan Selasar Sunaryo Art Space dan Wot Batu di Bandung. Dua lokasi ini berdekatan dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Wot Batu dengan luas kurang lebih 2.000 meter persegi itu berada di Jalan Bukit Pakar Timur No 98, Ciburial, Cimenyan, Bandung. "Saya sangat mengagumi Pak Sunaryo yang merupakan salah satu arsitek kontemporer terbaik yang dimiliki Indonesia, dan membuat video musik di sini juga karena saya punya misi mengangkat arsitektur kontemporer di Indonesia," katanya.

Karya instalasi batu di sana ialah perpaduan antara tanaman, batu, dan air. Tiga perpaduan inilah yang membuat Dias dan Galih akhirnya memutuskan untuk memilih tempat ini. "Sebelumnya sempat meriset Sumur Gumuling di Yogyakarta, Pintu Air di Bali, dan Benteng Van Der Wijck di Kebumen, Jawa Tengah. Tetapi tempat ini hanya memenuhi satu atau dua unsur saja, sedangkan kami ingin ada ketiganya," jelas dia.

Saat Galih memberikan usul tempat itu, Dias kemudian memutuskan mengirimkan proposal pada Sunaryo meski tidak langsung direspons segera. Dias dengan keinginan yang gigih, kemudian meminta kedua orangtuanya, Dyakso Lokesworo dan Rika Lokesworo untuk mengantarkannya ke sana.  

Konsep videoklip Kesempatan seolah menjadi ciri khas Diastika yang juga dikenal sebagai arsitek berkelas internasional. "Berawal dari sini saya ingin menaikkan arsitektur kontemporer lewat musik. Cita-cita saya selanjutnya, mungkin akan membawa video yang sama pada lagu-lagu sebelumnya di tempat yang lain."

Prioritas
Pada 25 Agustus Diastika bakal berangkat untuk menimba ilmu di Amerika Serikat (AS). Dia mendapatkan beasiswa S-2 Arsitektur di Harvard University. Sebulan menjelang keberangkatannya, selain dia meluncurkan video musik juga menuntaskan beberapa hal di Tanah Air. "Masih ada beberapa penampilan lagi di beberapa acara, harus diselesaikan sebelum berangkat," ucapnya dengan lembut.

Gadis berusia 24 tahun itu juga mengatakan siap menerima tawaran untuk pentas di Indonesia meski berada di AS. "Saya sudah membuat komitmen untuk musik dan arsitektur, berupaya melaksanakan 100%, kalau misalnya ada tawaran pentas, ya pastinya sudah jauh-jauh hari jadi bisa yah bisa mengatur jadwal dan izin."

Dias kemudian menyebutkan beberapa pentas musik yang tidak ingin ditolak, yakni Java Jazz, Jazz Goes to Campus, juga We The Fest. "Biar enggak jazz-jazz banget ya," katanya seraya tertawa.
Dia pun bercerita Java Jazz dua tahun lalu. "Saat itu saya ujian dengan koper siap di ruang kelas, selesai ujian, saya langsung ke bandara dan terbang ke Indonesia, hanya tiga hari untuk pentas itu saja. Bagi saya tetap ya, pendidikan nomor satu." tutup dia.  

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya