Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGAR bingar musik rock memang menjadi tujuan hidupnya kala ia masih muda. Hobi yang ia lakoni ini sebagai pembuktian pula pada semua orang yang meremehkannya. Namun, menjadi bintang rocker yang sukses belum membuat Joe Santani alias Juhana Winky Wiryawan bahagia. Ia masih merasakan kegelisahan setelah kehilangan sentuhan kreativitasnya dan mulai kehilangan arah hidupnya.
Kedatangan Ujang (Iang Darmawan) dari Kampung Sinar Asih, Jawa Barat, menyadarkan asal-usulnya. Ujang memintanya pulang atas amanat dari Abah Rahman, ketua desa untuk menjadi pemimpin desa yang telah lama ditinggalkannya sesuai wasiat ayahnya, Abah Sanjaya.
Sayangnya penerimaan warga kampung akan dirinya tdak semulus harapannya. Pasalnya, kepergian Joe terjadi karena melanggar adat desa dengan memainkan musik keras. Ia merasa tidak layak memimpin karena pernah mengecewakan warga kampung.
Masalah pelik pun hadir saat ia mulai membuktikan rasa kepedulian terhadap kampung dengan memberi solusi kelangkaan minyak tanah sebagai penyambung hidup desa.
Kisah Joe dalam film berjudul Rocker Balik Kampung dikemas ke dalam cerita yang ringan dan sederhana dalam bentuk drama komedi. Film ini digadang-gadang bisa menjadi oase film di Jawa Barat karena memadukan budaya Sunda dan dan musik rock di Indonesia.
Film yang diproduksi MSH Films ini mempercayai penangan film ini di tangan Getar Jagatraya, putra sulung Almarhum Didi Petet dan Uli Rahman. Ada 3 unsur dalam film ini, yaitu musik, sejarah, dan humanis. Ketiga unsur tersebut menjadi dasar terciptanya dengan nilai-nilai positif akan keberagaman.
Kekayaan budaya ini ditampilkan pada alat musik. Selain gitar, ada pula alat musik tradisional, seperti karinding, celempung, dan kecapi dalam grup musik yang dipimpin Gani (Bisma Kharisma).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved