Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP karakter dalam film punya tingkat kesulitan tersendiri bagi yang memerankannya. Hal itu juga dialami aktris berdarah Indonesia-Wales, Pevita Cleo Eileen Pearce.
Perempuan kelahiran Jakarta, 6 Oktober 1992 itu mengaku salah satu privilege yang ia dapat dari menggeluti seni peran ialah pengalaman berbeda menjajaki tiap karakter yang ia mainkan dalam film-filmnya.
Dalam film terbarunya Buffalo Boys yang sebentar lagi dirilis, misalnya, ia mendapatkan banyak pengalaman baru yang belum pernah didapati sebelumnya. Dalam film bertemakan Cowboy itu Pevita harus menunggang kerbau, bahkan belajar memanah. Ia berperan sebagai Kiona, anak kepala desa pemembela hak-hak masyarakat yang tertindas pada masa penjajahan.
"Bermain panahan sesuatu yang baru, walaupun kayaknya aku enggak mau main lagi. Karena yang digunakan sesuai zamannya 1800-an. Jadi, bukan panahan untuk olimpiade," tuturnya ketika ditemui seusai acara media visit untuk film Buffalo Boys, di kantor Media Grup, Jakarta, Selasa (26/6).
Pevita mengatakan ada latihan khusus agar ia bisa bermain panahan, meski dalam film itu ia tidak dituntut untuk dapat mahir memanah.
Di film tersebut, lanjutnya, perannya berbeda dengan di film sebelumnya, seperti 5 Centimeter, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, dan lainnya.
Pengalaman di film itu mengharuskannya mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru. Sementara itu, di Buffalo Boys, Pevita memerankan karakter yang menyimbolkan bentuk emansipasi perempuan. Kala itu kaum hawa sangat terikat dengan aturan-aturan yang mengekang mereka.
"Harus melakukan ini dan itu, harus di rumah dan segala macam. Itu yang mau dipatahkan bahwa perempuan bisa melakukan sesuatu, berjuang, dan segala-galanya. Namun, Kiona sangat independen, strong, dan sangat tegas pada apa yang ia percaya dan memperjuangkan masyarakat di desanya. Hak-hak mereka. Karakter Kiona sangat menarik," tambah anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Pembelajaran baru
Lebih lanjut, perempuan yang mendapat penghargaan sebagai pemeran utama perempuan terpuji untuk film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dari Festival Film Bandung 2014 itu juga menyampaikan, bekerja sama dengan Mike Wiluan sebagai sutradara merupakan suatu pembelajaran baru yang ia dapat.
"Kami syuting di dua tempat. Jawa dan Batam. Saya jadi melihat tempat-tempat baru, itu sesuatu yang menyenangkan. Ada yang di Batam, Infinite Studios. Bisa ada di studio besar," papar Pevita.
Karakter berbeda
Pevita juga tidak takut menjajal karakter baru. Setelah Buffalo Boys, ia akan berperan dalam film horor Sebelum Iblis Menjemput yang karakternya sama sekali berbeda.
"Disutradarai oleh Timo Cahyanto yang buat film Rumah Dara. Aku ambil peran yang ada tantangannya sendiri buat aku dan secara karakter pun berbeda karena setiap orang punya kepribadian berbeda. Itu serunya sebagai aktor, bisa mengeksplor hal-hal baru dalam karakter yang kita mainkan dengan imajinasi kita sendiri," pungkas Pevita. (X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved