Diastika Lokesworo Sinergikan Musikus dan Arsitek

Retno Hemawati
27/6/2018 01:45
Diastika Lokesworo Sinergikan Musikus dan Arsitek
()

PENYANYI Diastika Lokesworo baru saja melepas single baru berjudul Kesempatan. Dia juga sempat bertandang ke Media Indonesia untuk mempromosikan single terbarunya itu. Dalam kesempatan berbincang-bincang, Dias, demikian namanya sering disebut, menuturkan banyak hal menarik, termasuk kiprahnya sebagai musikus sekaligus arsitek.

Lajang kelahiran San Diego, Amerika Serikat, 11 April 1994 itu ingin berkarya di Indonesia meskipun sebagian besar waktunya kini dihabiskan di Amerika untuk bekerja dan kuliah arsitektur. "Soalnya saya kagum dengan musisi Indonesia. Ini soal selera, tapi saya memang suka dengan musik-musik di sini, lebih ingin mulai karier musik di Indonesia. Selebihnya karena keluarga di sini semua dan kangen sama Indonesia juga," kata penggemar Teza Sumendra, Andien, dan Vina Panduwinata.

Meski demikian dia tidak menafikan, jika ada kesempatan berkarier musik secara internasional, dirinya tidak menampik. Kembali pada musik, dirinya mengaku menyukai musik-musik Indonesia karena alasan tertentu. "Musik Indonesia ada soul-nya, selebihnya mungkin karena saya orang Indonesia jadi lebih ada ikatannya, juga kesempatan untuk berkarier musik juga di Indonesia," katanya.

Perempuan yang akan melanjutkan studi master bidang arsitektur di Harvard University pada Agustus mendatang itu menambahkan, sebagai musikus sekaligus arsitek, dia merasa kesempatan untuk berkarier di dua bidang yang berbeda itu datang dari arah yang berbeda pula. "Pekerjaan terkait musik selalu datang dari Indonesia, sedangkan karier saya sebagai arsitek datang selalu dari Amerika," tutur anak pertama dari dua bersaudara lulusan jurusan arsitektur di Institut Arsitektur California, AS, itu.

Kedua seleranya itu saling melengkapi. Dia bercerita, saat mengerjakan musik, inspirasi selalu datang dari pemandangan bangunan yang dapat dilihat sejauh matanya memandang. "Demikian juga musik selalu menemani saya saat menggambar, ya dua hal itu selaras dalam hidup saya," kata penyuka warna monokrom dan gaya minimalis itu.

Dias juga sempat bercerita arsitek perempuan di berbagai negara hanya 30%, dia pun berpesan sebagai perempuan pekerja yang didominasi laki-laki memang harus ada usaha yang esktra. "Ekstra usaha itu agar karya kita dilihat. Jadi kita harus benar-benar berkarya dengan baik dan mendapatkan dukungan keluarga."

Narkoba tidak keren
Sementara terkait dengan Hari Antinarkoba yang diperingati setiap 26 Juni, dia mengimbau agar anak muda jangan pernah mencoba barang-barang itu. "Saya memang jauh dari orangtua dan tinggal di Los Angeles untuk menuntut ilmu, tidak ada pengawasan langsung. Tetapi, saya tetap pegang kepercayaan orangtua dan jauh dari narkoba. Itu menjadi landasan keyakinan saya juga," kata Dias.

Dia menambahkan harus berani bilang tidak untuk menolaknya. "Harus punya keberanian bilang bahwa narkoba itu tidak keren. Untuk anak-anak muda mungkin ada yang penasaran karena dikiranya bikin keren, tapi mindset kita harus diubah, hidup kita akan lebih keren dengan cara mencapai cita-cita dan berkarya."

Perempuan penyuka masakan Padang itu juga menambahkan tidak jarang dirinya suntuk dengan pekerjaannya sebagai arsitek. "Bersyukur musik bisa menjadi pelarian saya," tutup dia. (H-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya