Janet Jackson Merespons Depresi

Putri Rosmalia Octaviyani
22/6/2018 23:00
Janet Jackson Merespons Depresi
(AFP)

PENYANYI Janet Jackson mengaku sempat mengalami depresi berkepanjangan. Masa suram dalam hidupnya ia alami khususnya akibat rasa rendah diri. Hal itu terjadi karena ia kerap mendapatkan perlakuan rasis sejak kecil.

Janet mengatakan, momen terberat dalam hidupnya ia rasakan ketika berada di usia 30 tahun. Saat itu, Janet sempat merasa sangat tertekan dan merasa enggan melanjutkan hidup. "Rasa rendah diri saya alami karena sejak anak-anak. Karena gagal memenuhi standar sosial sekitar saya yang tinggi. Tetapi paling besar adalah karena rasisme dan seksisme," ujar perempuan berusia 52 tahun tersebut, seperti dikutip mirror.co.uk, Kamis (21/6).

Janet mengatakan, rasa depresi berkepanjangan sangat intens ia rasakan dalam kesehariannya dulu. Ia mengatakan, kala itu merupakan momen terberat dalam hidupnya. Beruntung ia berhasil melewatinya sebelum terjerumus melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri.

Adik dari penyanyi legendaris Michael Jackson tersebut mengaku, dibutuhkan waktu yang panjang baginya bisa benar-benar bebas dari depresi. Setidaknya dibutuhkan waktu 7 tahun baginya untuk bangkit dari depresi yang menghantui pikiran dan fisiknya. "Saya baru mulai bangkit dari depresi ketika melahirkan anak pertama saya. Sebelumnya sangat menakutkan, syukurlah saya berhasil melaluinya," ujar Janet.

Ia mengatakan kelahiran sang anak membuat hidupnya menjadi lebih baik. Ia mulai bisa menerima kondisinya di tengah lingkungan yang masih kerap nenunjukkan sikap tidak bersahabat.

Janet juga mulai kembali berkarier di dunia musik Amerika Serikat dan dunia. Ia menelurkan album pada 2015 dengan judul Unbreakable setelah sebelumnya vakum membuat album sejak 2008.

"Depresi bukan hal yang sepele, semua harus tau itu. Saya harap akan semakin hilang orang-orang yang masih bersikap rasis dan seksis," ujar Janet.

 

Bunuh diri

Ungkapan kejujuran Janet terkait dengan depresi yang pernah dialaminya salah satunya sebagai sebuah respons dari semakin maraknya aksi bunuh diri akibat depresi. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak tokoh internasional yang mengakhiri hidupnya akibat depresi tanpa diketahui oleh orang-orang sekitarnya.

Mulai dari aktor Robin Williams, musisi Chris Cornell, dan Chester Bennington, hingga host dan pegiat kuliner Anthony Bourdain. Janet mengatakan berharap akan semakin banyak orang yang berhasil pulih dari depresi. Dukungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mencegah depresi mengalahkan kemauan seseorang untuk terus menjalani hidup.

Janet Jackson merupakan penyanyi pop Amerika Serikat kelahiran Indiana pada 16 Mei 1966. Ia memulai karier di dunia musik pada 1976, mengikuti sang kakak, Michael Jackson. Beberapa lagunya yang sempat populer ialah yang berjudul Together Again, Escapade, dan When I'm Think of You.    (H-5)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya