Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI antara anak-anak muda yang memegang spanduk bertuliskan 'Peace Train Indonesia' itu terdapat sosok cantik berambut kecokelatan. Di layar kaca, sosok tersebut tidaklah asing, terlebih ia bisa dibilang ratu sinetron di pertengahan era 2000. Dialah aktris peran Tamara Bleszynski.
Tamara nyatanya memang ambil bagian di kegiatan Peace Train Indonesia 5 itu. Peace Train Indonesia (PTI) adalah program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api yang pelaksanaan pertamanya digelar dengan perjalanan Jakarta-Semarang pada September tahun lalu.
Peserta kegiatan ini datang dari berbagai agama dan berbagai daerah, mulai Jabodetabek, Medan, Riau, Makassar, hingga Papua. Dari berbagai foto yang diunggah di akun Instagram-nya, terlihat Tamara mengunjungi berbagai tempat bersama rombongan PTI. Selain sekolah, terlihat ada pula kunjungan ke rumah-rumah ibadah.
Ada pula unggahan Tamara yang mengenakan kaus dengan kata-kata inspiratif. 'Ketika Anda benar, apakah orang lain harus salah?' demikian kata-kata yang tertulis di punggung kaus berwarna hitam yang dikenakannya. Meski sebagian wajahnya tertutupi rambut, tampak senyum tipis terulas di wajah perempuan berusia 43 tahun itu.
Senyum pula yang menghiasi parasnya di berbagai kegiatan PTI lainnya. Terlihat ibu dari dua putra ini benar-benar menikmati perjalanan memahami keindahan harmoni perbedaan itu. "Saya kagum dengan apa yang saya lihat hari ini. Ketika perdamaian terwujud maka harmoni juga terwujud. Dan keduanya dapat tercapai mulai dari membangun perdamaian di antara sesama manusia," kata pemain sinetron Ramadan Doa Membawa Berkah yang tayang pada 2000 ini dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia.
Selain 40 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, kegiatan ini juga dihadiri Bupati Wonosobo sebagai penggagas Wonosobo Kota Ramah HAM, Abdul Kholiq Arif, beserta jajaran pejabat Pemkab Wonosobo, DPRD, juga tokoh agama, tokoh masyarakat.
Kunjungi anak tunarungu
Kegiatan Peace Train Indonesia tak sekadar berkunjung dan berdialog antarumat beragama. Ibu dari Teuku Rassya ini pun berkesempatan mengunjungi sekolah khusus anak tunarungu, Lembaga Pendidikan Anak Tunarungu Dena-Upakara. Ia terharu melihat anak-anak tunarungu tetap bisa berprestasi dan melakukan aktivitas lain layaknya anak-anak yang bukan penyandang disabilitas.
Dari pemandangan tersebut, Tamara yakin tidak ada hal mustahil asalkan setiap orang mau berusaha dan berlatih. "Nothing is impossible," ungkap perempuan yang sangat berharap bisa kembali mengikuti kegiatan Peace Train Indonesia ke-6 yang rencananya akan digelar di Malang, Jawa Timur.
Ajak anak ikut aksi sosial
Turut berpartisipasi dalam aksi sosial bukan baru dilakukan Tamara. Ia juga bergabung pada kampanye kepedulian sosial bersama Yayasan Solemen Indonesia. Dalam kampanye yang bergerak membantu penyandang disabilitas itu, Tamara mengajak serta putra keduanya, Kenzou Leon Blezynski Lewis, 8.
Di salah satu unggahan di Instagram, dengan mengenakan kaus bertuliskan hope, Tamara dan Kenzou tampak berinteraksi dengan seorang pria berkebutuhan khusus. Dalam caption foto, Tamara menuliskan cicitan tentang bagaimana memahami rasa, melalui perasaannya juga perasaan orang lain.
Tak hanya sekali, beberapa foto Kenzou hadir pada kegiatan sosial pada organisasi nonprofit yang berbasis di Bali juga diunggah Tamara. Mereka tampak asyik berbagi kebahagiaan bersama orang yang membutuhkan. Pada unggahan lain, Tamara juga ikut menyebarkan unggahan tentang donasi bagi seorang bayi perempuan yang membutuhkan biaya untuk operasi jantung yang digalang Kitabisa.com. Selain gencar mengikuti aksi sosial, ibu dua anak yang berkecimpung di dunia teater ini akan kembali ke layar lebar melalui film berjudul Bodyguard Ugal-ugalan. Film tersebut akan tayang pada 5 Juli mendatang, ia akan beradu peran dengan Syahrini. (RO/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved