Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAHLAWAN super (superhero) berkostum merah hitam kembali beraksi. Karakter konyol dan liar membuatnya berbeda dari pahlawan super kebanyakan. Sekuel kedua dari film Deadpool (2016) ini kembali dibintangi Ryan Reynolds sebagai Wade Wilson alias Deadpool.
Ryan tidak hanya berperan di depan layar. Ia juga menjadi produser bersama Simon Kinberg dan Lauren Shuler Donner, sedangkan penulis skenario kembali dipegang Rhett Reese dan Paul Wernick.
Dari segi cerita, film Deadpool 2 terkesan lebih serius daripada film sebelumnya. Film berdasarkan komik Marvel ini bercerita tentang Wade Winston Wilson yang membentuk kelompok yang terdiri dari mutan-mutan yang dinamai X-Force. Tugas mereka ialah menyelamatkan seorang mutan berkekuatan api yang masih anak-anak, Russell Collins dari tentara yang menjelajah waktu, Cable.
Walau sosok Deadpool menjadi pemeran utama, cerita film ini sangat dipengaruhi pacar Wade Wilson, Vanessa Geraldine Carlysle. Ucapan Vanesa, hatimu tidak berada di tempat yang tepat, telah membuat Wade berubah dan mencari tahu maksudnya.
Selain itu, ada pula ucapan Vanessa yang lain membuat Wade membuat tim untuk menyelamatkan Russel. "Anak-anak memberi kita sebuah kesempatan agar kita lebih baik daripada sebelumnya. Dia membutuhkanmu," kata dia.
Konyol dan menghibur
Walau dari sisi cerita terasa menarik, kekuatan Deadpool sebenarnya lebih pada karakter dan adegan-adegannya. Deadpool memang bukan sosok pahlawan super yang mainstream, yang serius, pandai, ataupun kaya raya, melainkan cenderung slengekan, konyol, lucu, dan menghibur.
Kekonyolan sudah tampak dari pembukaan film ini ketika Deadpool tiba-tiba muncul saat Celine Dion menyanyikan soundtrack dengan judul Ashes. Tiba-tiba Deadpool muncul dengan sepatu berhak tinggi dan menari ala balerina. Canda-canda khas Deadpool pun muncul ketika Deadpool menyinggung Celine bahwa ia menyanyikan lagu itu bukan untuk film Titanic. Celine pun membalasnya dengan memanggil Deadpool sebagai Spiderman.
Sebelum film dimulai, adegan lucu Deadpool yang menerima telepon di dalam bioskop juga cukup menghibur. Deadpool mengingatkan tentang aturan menonaktifkan telepon genggam di dalam bioskop, tetapi dia sedang menerima panggilan telepon.
Selain itu, masuk pula sindiran-sindiran tentang superhero lain. Misalnya, Deadpool sebagai pahlawan super yang sedang magang di X-man.
Ada pula dialog yang penuh sindiran antara Cable dengan Deadpool. Cable menyebut Deadpool bukan pahlawan, melainkan hanya badut yang didandani. "Sangat sesat. Kamu yakin, bukan dari DC universe?" jawab Deadpool.
Adegan sindiran yang menghibur juga tampak ketika Deadpool memutar kotak musik yang mirip dengan sebuah piala. Pada bagian atasnya tampak sosok Wolverine yang terlentang dan tubuhnya tertusuk. Wolverine dan Wade Wilson pernah berada dalam satu film, yaitu X-Men Origins: Wolverine pada 2009. Keduanya bertempur hebat dalam film tersebut.
Kekonyolan Deadpool tampak ketika ia sedang mengobrak-abrik markas mafia. Ia berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Namun, tiba-tiba musuh yang lain datang dalam jumlah banyak. Deadpool pun lari kalang kabut dan masuk taksi dengan cara menubruk kaca jendelanya.
Padahal, jika dinalar, Deadpool bisa mengalahkan semua musuh-musuhnya tersebut. Pasalnya, Deadpool bisa menyembuhkan diri secara cepat. Di samping mahir menggunakan senjata berupa dua pedang dan pistol.
Di balik
Adegan-adegan lucu dan konyol yang hadir dalam film ini memang tidak serta merta dipahami penonton. Penonton baru bisa merasa lucu jika terlebih dulu tahu latar belakang tentang Deadpool dan tokoh-tokoh pahlawan super yang lain.
Walau slengekan, konyol, lucu, dan menghibur, dalam hal keberanian membasmi kejahatan tidak perlu disangsikan. Karakter Deadpool cenderung liar.
Di bagian awal dinarasikan, Deadpool mengungkapkan banyak memberantas penjahat-penjahat internasional. Bahkan, ketika tidak ada yang berani menyentuh penjahat tersebut, Deadpool berani mendatangi seorang diri dan menghabisi mereka.
Walau dikenal sebagai pahlawan super yang pemberani, Deadpool seringkali bertingkah liar dan konyol. Contoh keliarannya terlihat dalam salah satu dialog di film ini. "Doing the right thing is messy. You want to fight for what's right, sometimes you have to fight dirty," ujar Deadpool.
Film berdurasi 116 menit itu sudah bisa dinikmati di bioskop-bioskop Indonesia sejak Selasa (15/5). Meski film tentang pahlawan super, Deadpool masuk kategori dewasa 17+. Pasalnya, banyak adegan kekerasan yang vulgar, semisal ciuman dan adegan kekerasan hingga memenggal bagian tubuh tertentu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved