Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Nia Iskandar Dinata, 48, atau yang akrab disapa Nia Dinata mengaku sangat terpukul atas tragedi bom Surabaya. Terlebih banyak anak menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (13/5).
Sebagai orangtua, dia berharap dapat mencegah anak-anaknya dari paham radikalisme. Ia mengatakan selalu berusaha menempatkan diri sebagai teman, bahkan sahabat bagi kedua anaknya, Gibran Papadimitriou dan Petrov Papadimitriou. "Sebagai ibu, saya ingin mengajak semua ibu, bapak untuk selalu menjadikan anak-anak kita sebagai teman," ujar Nia, dalam jumpa pers di Wahid Foundation, Jakarta, kemarin.
Nia mengatakan, dengan menempatkan diri sebagai teman, akan lebih mudah bagi orangtua untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan mengetahui berbagai kegiatan anak di luar rumah. Jika tidak menjaga kedekatan dan komunikasi, akan sangat sulit bagi orangtua untuk bisa secara maksimal mengetahui dan memantau berbagai kegiatan anak.
"Kita jadi tahu sepak terjangnya seperti apa. Kita tidak mungkin memang untuk tahu apa saja aktivitas mereka di internet segala macam, tapi paling tidak dengan jadi teman, kita bisa sharing dengan mereka," ujar Nia.
Ia mengatakan, sangat berharap pola serupa atau edukasi untuk menghindari paham radikalisme juga ditanamkan di sekolah. Salah satunya melalui diskusi antara guru dan siswa tentang berbagai kondisi yang terjadi serta membuat siswa sadar untuk menjaga diri dan tidak terlibat.
"Saya ketika habis peristiwa di Surabaya, saya tanya ke anak saya, dibahas apa oleh guru di sekolah, ternyata tidak ada. Harusnya ada. Karena di luar negeri, soal teroris itu dibahas di sekolah agar anak-anak paham. Jangan jadikan anak-anak ignorance," ujar Nia.
Nia mengatakan sangat mengecam apa yang terjadi di Surabaya. Ia berharap tidak akan ada kejadian serupa dan bangsa Indonesia bisa hidup damai dalam keberagaman.
Multitalenta
Nia Dinata ialah sutradara berdarah Sunda dan Minang. Ia cucu dari pahlawan nasional Otto Iskandardinata. Beberapa film yang telah disutradarai Nia ialah Arisan!, Biola tak Berdawai, Janji Joni, dan Ca Bau Kan. Berbagai penghargaan telah ia dapatkan, di antaranya sutradara terbaik pada Festival Film Indonesia atas karyanya Arisan! dan Berbagi Suami.
Selain sebagai sutradara, Nia juga pernah terlibat di dunia tari. Salah satu kiprahnya di bidang seni tari ialah ketika ia berkolaborasi dengan maestro tari, Tom Ibnur. Nia menjadi penulis naskah dalam karya tari Padusi yang mengangkat legenda perempuan Minangkabau. (H-5)
)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved