Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GAYA hidup sehat telah menjadi bagian dari keseharian Bambang Reguna Bukit atau akrab disapa Bams. Bukan cuma porsi bermain basket, dari nge-gym dan lari yang dilakukannya hingga empat kali sepekan, masing-masing selama satu jam, ia pun kini punya bisnis yang semua bertema olahraga dan kesehatan.
Setelah membesarkan usaha sarana olahraga hingga restoran dengan sajian-sajian sehat, kini laki-laki 34 tahun itu merilis mi instan lokal berbahan konyaku dari umbi shirataki yang dibudidayakan di Indonesia.
"Saya olahraga rutin sejak kelas 2 SMA. Buat saya, kebugaran dan kesehatan itu telah jadi bagian dari hidup saya, dan bukan cuma buat kelihatan keren," kata Bams yang tersohor pada 2000-an saat menjadi vokalis band Samsons, di Jakarta, Rabu (9/5).
Mengaku bukan pemilih makanan, seperti lazimnya mereka yang tengah memburu atau mempertahankan bentuk tubuh ideal, Bams menyebut dirinya lebih tepat sebagai penghitung kalori. "Ya, saya ini penghitung makanan. Jadi, dalam sehari saya tahu kalau kalori yang dibutuhkan 2.500 kalori, jika saya tidak berolahraga hari itu. Ya, tinggal dibagi saja, dalam frekuensi makan hari itu, saya membaginya dalam hitungan 700 kalori misalnya. Saya sampai hapal kalau nasi itu kalorinya 350, ayam 300," ujarnya.
Hitungan soal kalori itu, kata Bams, menjadi bagian dari gairahnya pada aspek kebugaran dan kesehatan. "Karena bagi saya, untuk sehat itu ya harus belajar juga, bisa dari apps atau sekadar googling, walaupun sekarang sih sudah jarang lihat referensi karena sudah hafal."
sadar asupan
Perkara hitung menghitung kalori itulah yang menjadi pemacu ia merintis usaha mi instan lokal berbahan konyaku. Bams yang berkolaborasi dengan tiga kawannya yang juga penggila olahraga, kebagian tugas memastikan, selain sedap, makan mi instan dengan tekstur kenyal itu tidak dianggap sebagai 'dosa, seperti lazimnya anggapan masyarakat tentang konsumsi sajian murah, mudah, dan enak itu.
Kandungan kalori pada mi goreng pedasnya itu cuma 60 hingga 150, jauh di bawah produk berbahan gandum yang mencapai 360 hingga 500. Mi instan buatannya tersebut terutama menyasar para milenial. Oleh karena itu, langkah pertama hanya dijual di toko daring. Bams juga mengaku produknya menyasar mereka yang telah sadar tentang asupan kalori, tetapi masih mengidamkan makan enak.
"Buat mereka, para milenial, saya sarankan juga ya kalau mau sehat dan olahraga, jangan cuma buat keren dan ikut-ikutan. Cari jenis olahraga yang paling bikin happy dan efektif buat diri kita sendiri. Seperti saya, berat badan paling ideal di 71 kilogram, bisa dikurangi lagi sampai 69 kilogram, tapi malah jadi kelihatan sakit. Jadi, ya balik lagi, semuanya balik ke yang bikin kita nyaman," ujar Bams yang kini memilih bernyanyi solo yang disebutnya lebih nyaman buat mengekspresikan idealismenya.
Ia juga mengungkapkan, sebagai penyanyi ia mengombinasikan berkarya di digital dan mengisi undangan dari perusahaan hingga pernikahan. "Pekan ini saya ke Balikpapan buat nyanyi, kebanyakan off air memang. Selebihnya, ya bisnis. Pada dasarnya saya ini introver, harus tampil di publik ya karena profesi." (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved