Sinta Nuriyah Jangan Berhenti Mencintai Indonesia

Thomas Harming Suwarta
09/5/2018 00:00
Sinta Nuriyah Jangan Berhenti Mencintai Indonesia
(MI/Sumaryanto)

ISTRI Presiden ke-4 RI, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, 70, menyempatkan diri menonton film Jelita Sejuba (Mencintai Kesatria Negara) di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/5) sore. Bagi dia, film yang digarap Produser Eksekutif Drelin Amagra Pictures, Krisnawati, tersebut mengandung nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme yang sangat relevan dengan situasi bangsa saat ini, dan karena itu pantas ditonton seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya hanya mau bilang tontonlah film ini, maka kamu akan makin mencintai negeri ini, tahu suka duka hidup prajurit, perjuangannya di dalam keluarga dan masyarakat, termasuk juga situasi Natuna yang menjadi latar film karena dia adalah daerah perbatasan," kata Shinta saat berbincang dengan Media Indonesia.

Ia yakin, mengajarkan cinta negeri pada anak-anak bangsa hari ini melalui sebuah film sangat efektif.  "Dan saya lihat ini digarap dengan sangat serius. Ada lucunya, ada seriusnya juga yang pasti membuat film tidak membosankan dan enak ditonton oleh masyarakat umum," jelas ibu empat anak itu.

Cinta Tanah Air yang diangkat dalam film ini juga dipadukan dengan pesan kebangsaan, yaitu relasi antarmanusia beda budaya. "Ketika ada tentara dari berbagai suku bersatu dalam tugas dan mereka sangat kompak, begitu juga kisah cinta antara Syarifah putri asal Natuna dengan prajurit bernama Jaka yang asal Bandung. Selain itu, ada kesan kuat budaya Natuna yang memperlihatkan Indonesia ini sangat kaya dan beragam. Karena itu, jangan berhenti mencintai Indonesia," ucapnya.

Diperankan Putri Marino sebagai Syarifah, seorang gadis Natuna dan pria idamannya, Lettu Jaka Gana Prayitna yang diperankan Wafda S Lubis, film ini menurut dia menjadi sarana yang baik untuk mengajak anak-anak muda semangat nasionalisme dam kebangsaan. "Saya sangat terharu, bukan hanya karena saya tahu kehidupan seorang prajurit, tetapi juga bagaimana nilai dalam film ini sangat positif menguatkan nilai-nila kebangsaan kita," kata dia.

Kali kedua
Sinta mengaku ini merupakan kali kedua dirinya menyaksikan film Jelita Sejuba. "Saya nonton film ini kedua kalinya. Saya ajak 60 orang guru untuk menyaksikan film ini," katanya. Perempuan yang memiliki selera humor cukup lumayan itu bahkan sempat berseloroh tentang kehidupan asmaranya di masa lalu. Dia mengatakan, beratnya hidup, salah satu alasan mengapa dia tak mau menikahi prajurit. "Makanya, saya dulu enggak mau nikah sama prajurit, takut di tinggal-tinggal," katanya.

Walau takut menjadi istri prajurit, Sinta mengaku menikahi Gus Dur juga tak lebih mudah. "Ternyata lebih parah jadi istri Gus Dur hehehe," katanya sambil tertawa. Film Jetita Sejuba pun akan 'pulang kampung' untuk digelar nonton bareng di Natuna, tempat asal film ini bermula sekitar Juli 2018 mendatang. (H-5)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya