Yura Yunita Obsesi Cantik Kini Berlebihan

Dhika Kusuma Winata
07/5/2018 00:00
Yura Yunita Obsesi Cantik Kini Berlebihan
(MI/Panca Syurkani)

PENYANYI Yunita Rachman atau Yura Yunita, 26, menyoroti fenomena perempuan Indonesia yang ia nilai melupakan arti mendalam kebahagiaan.

Era media sosial saat ini menuntut perempuan untuk memamerkan keunggulan fisik. Menurutnya, banyak perempuan yang tidak percaya diri karena melihat sesuatu hanya berdasarkan keunggulan fisik.

Obsesi untuk menjadi cantik di era media sosial menurutnya sudah berlebihan. "Banyak yang sudah vermak wajah atau tubuh di sana sini tapi tetap tidak bahagia karena tidak percaya diri," ujarnya.

Padahal, baginya perempuan lebih cantik apa adanya. "Semua perempuan Indonesia itu cantik apa adanya asalkan mereka percaya diri dan berani menggapai mimpi. Apa pun bisa diraih asalkan percaya diri."

Penyanyi yang baru saja meluncurkan single terbaru berjudul Pekat dengan berduet dengan aktor Reza Rahadian itu mengaku sang ibu sebagai sosok inspirasi dalam konteks di atas. "Mama satu sosok yang sangat menginspirasi. Dia mandiri dan serbabisa. Dia menjalani hidup dengan passion."

Perempuan masa kini, bagi Yura, harus berani menjadi mandiri dan harus tahu tujuan hidupnya. Dia meyakini perempuan yang mau mengambil risiko untuk mandiri, bekerja keras, dan percaya diri bakal berhasil apa pun bidangnya.

Dilupakan

Sosok peraih pencipta lagu terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2017 juga dikenal rajin berkampanye, 'jangan lupa bahagia dalam setiap kesempatan'.

Pada momen perayaan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei yang lalu, lulusan Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran itu juga menyuarakan pesan serupa. Guru-guru bahagia mencerminkan anak-anak yang bahagia pula. Begitu pesan dia. "Besar harapan saya untuk lebih banyak guru-guru bahagia. Karena guru cermin bagi murid-muridnya. "Semoga kita, anak Indonesia selalu semangat belajar dan semakin berbahagia dalam upayanya menggapai mimpi," kata Yura melalui media sosialnya.

Saat ditemui Media Indonesia baru-baru ini, penyanyi kelahiran Bandung ini menuturkan kebahagiaan seolah sudah dilupakan banyak orang. Berbagai masalah yang dialami masyarakat kerap memunculkan pertikaian. Orang-orang menjadi lupa bahwa menjadi bahagia ialah kunci kehidupan yang damai.

"Semua orang suka lupa kalau dalam keseharian selalu saja ada masalah yang membuat hari-hari jadi tidak bahagia. Ini pengingat bahwa kita jangan lupa harus tetap berbahagia," ungkapnya.

Bahagia memang menjadi tema utama dalam karyanya. Ia menerjemahkannya melalui single berjudul Harus Bahagia yang dirilis awal April lalu. Video klip digarap sederhana, berlokasi di salah satu pasar tradisional di Jakarta.

Ia ingin berpesan bahwa kebahagiaan tidak melulu identik dengan kemewahan. Di pasar tradisional sekalipun, kata Yura, bisa ditemukan kebahagiaan dari interaksi pedagang dan pembeli.   (H-5)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya