Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGEMARANNYA menelusuri berbagai daerah membuat aktris Prisia Nasution, 33, mencintai berbagai kearifan lokal di setiap daerah yang dia datangi. Aktivitas luar ruang yang kerap dilakukannya tidak sebatas menikmati alam, tapi juga memahami dan mengikuti adat dan budaya wilayah di tempat dia menginjakkan kaki. "Apa saja ada di sini. Mau ke gunung ada, ke laut ada, semua ada. Tidak ada alasan untuk tidak mencintai. Tapi tidak sebatas itu, kita juga harus mengikuti dan menghargai kearifan lokalnya," ujarnya.
Prisia juga mengungkapkan sejak SMP sudah dekat dengan aktivitas luar ruang. Aktivitas seperti naik gunung dan diving pun sudah akrab dengan dirinya sejak lama.
Aktivitas yang bersinggungan dengan alam inilah menjadi liburan yang memberikan banyak pelajaran. "Aku orangnya bosenan juga. Jadi kalau lagi tidak syuting, aku pasti diving atau naik gunung dan lain-lain di berbagai daerah. Apa itu di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan daerah lain juga," ungkapnya.
Dia berharap setiap orang dapat mengikuti aturan dan kearifan di mana pun tempat atau daerah yang dikunjungi. Hal itu, baginya, menjadi salah satu bentuk kencintaan terhadap Indonesia. "Jadi ikuti kearifan lokal di tempat itu. Jangan lantas kita yang datang ini merasa paling semuanya," cetusnya.
Baginya, menghargai kearifan lokal sebagai bentuk mencintai tanah kelahiran. Tidak hanya itu, menjaga dan melestarikan alam juga menjadi kewajiban semua masyarakat, termasuk kearifan lokal tersebut. "Tidak ada habisnya kalau kita mau bicara apa yang ada di sini. Mau desa ada, kota ada. Kota yang ramah ada, kota yang semrawut juga ada. Kalaupun tidak merawatnya, setidaknya tidak merusaknya," ungkapnya.
Kemewahan kota
Namun, menurutnya, saat ini berbagai kearifan lokal sangat mudah terhapus dengan iming-iming kemewahan kota. Masyarakat kota pun dengan percaya diri memberikan mimpi anak kota kepada mereka yang ada di daerah. "Saya sebenarnya kurang setuju dengan orang kota yang mengajar di daerah pelosok karena yang lebih tahu kondisi tempat mereka hidup hanyalah warga itu sendiri, termasuk apa yang mereka butuhkan," tegasnya.
Pemeran utama Butet dalam Sokola Rimba itu pun menegaskan terkadang orang kota tanpa disadari memberikan mimpi kehidupan kota yang akhirnya membuat warga daerah meninggalkan tanah leluhur. "Seharusnya bagaimana mereka memanfaatkan dan mengolah maksimal apa yang ada di tempat mereka tinggal. Jangan paksakan keinginan orang kota dan memberikan mimpi kota kepada mereka yang ada di desa," tegasnya.
Prisila mencontohkan saat dirinya berada di tengah masyarakat suku Anak Dalam Jambi. Dia merasa takjub dengan kearifan budaya lokal di sana. Tidak ada perbedaan dirinya dan penduduk yang hidup berpindah tersebut. "Mereka bahkan lebih manusiawi jika dibandingkan dengan warga desa (yang sudah kenal modern)," imbuhnya. (H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved