Tompi Pilih Nonfiksi

Retno Hemawati
24/4/2018 01:45
Tompi Pilih Nonfiksi
(ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

DOKTER sekaligus penyanyi Teuku Adifitrian atau Tompi, 39, secara terus terang mengaku bukan pembaca buku nonfiksi. Dia lebih banyak membaca buku-buku yang berhubungan dengan mata kuliah yang berhubungan dengan kedokteran.
"Jadi, kebanyakan yang saya baca itu justru buku-buku yang lebih banyak yang berhubungan dengan materi kuliah. Jadi, sampai sekarang itu saja di luar buku-buku bergambar. Zaman saya SD SMP SMA buku saya yang bergambar semua. Begitu kuliah juga. Kalau ada banyak tulisan, saya pusing," kata Tompi, akhir pekan Senin (23/4).

Dia juga blak-blakan buku yang terakhir dibaca terkait dengan bedah plastik. "Semua e-book di gadget saya masih berhubungan sama bedah plastik. Jadi isinya itu semua. E-book itu isinya tentang bagaimana mengecilkan payudara, memancungkan hidung, mengecilkan pipi. Semua teknik operasi ada informasinya di sini," beber dia seusai tampil di acara Mocosik Festival di Yogyakarta.

Meski demikian, dia suka menulis puisi. Kebiasaan menulis puisi itu dimulainya sejak duduk di bangku SMP. Buku kumpulan puisi Chairil Anwar disadarinya memiliki pengaruh.  "Mungkin ada pengaruhnya ya secara enggak sadar, tapi gaya sastranya beda banget sih sama yang sekarang saya anut. Saya suka yang lugas, enggak terlalu banyak perumpamaan. Kalau zaman dulu, banyak yang perumpamaan, bahasa indah."

Ada satu hal lucu yang juga sempat dia ceritakan, salah satunya terkait dengan Harry Potter yang ditulis JK Rowling. "Saya sempat cobain baca Harry Potter punya anak saya. Mereka saya paksa untuk baca. Padahal, saya satu bab saja enggak habis. Saya pembaca yang buruk. Saya lebih senang mendengarkan," katanya tergelak.

Padahal, dia sendiri sadar betul membaca merupakan sebuah kebiasaan baik sehingga harus dilakukan terus-menerus. "Saya enggak percaya kalau membaca itu bakat. Membaca itu bukan sifat turunan, tapi habit. Karena ketika kecil saya tidak dibiasakan membaca, jadi ketika besar pun buku tuh kalau enggak penting-penting amat saya enggak akan buka."

Bersyukur anak dan istrinya hobi membaca. Buku apa saja dibeli sehingga koleksi mereka semakin bertambah banyak. Istri Tompi selalu membiasakan masuk ke toko buku dan setiap jalan-jalan selalu menyempatkan untuk mampir ke museum dan perpustakaan.
Tidak mengherankan jika di kediaman mereka bakal dijumpai banyak buku. "Kalau ke rumah saya tuh isinya buku semua. Mulai yang saya ngerti sampai yang saya enggak ngerti."

Syuting film
Tompi kini sedang sibuk dengan produksi sebuah film yang pengambilan gambarnya dilakukan di Yogyakarta. "Saya sedang menyutradarai film. Naskah dasarnya saya yang menulis."

Dia menjelaskan hobinya pada fotografi mengantarkannya pada dunia film. "Kalau film, saya memang tertarik ngerjain film. Kebetulan karena fotografi, merembet ke videografi sekarang," ucapnya bersemangat.

Tompi bercerita naskah yang sedang ditulisnya bertema pelacuran. Dia terinspirasi hal itu karena kisah pelacur yang masuk surga karena menolong anjing yang kehausan. "Saya enggak pakai pelacur beneran. Pakai pelacur-pelacuran. Aura Kasih yang main," tutup dia. (RO/H-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya