Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS dan pemain teater, Happy Salma, 38, mengaku banyak terinspirasi sosok sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Happy mengaku mulai mengenal Pram, demikian sastrawan asal Blora itu sering disebut, ketika awal berkuliah. Sejak saat itu, karya Pram menjadi salah satu bekal dalam ia menjalani berbagai peran di kehidupan.
"Saya fan garis keras Pram," ujar Happy, dalam jumpa pers pameran berjudul Namaku Pram, di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin (16/4). Perempuan asal Sukabumi tersebut mengatakan, hampir seluruh karya Pram telah ia baca dan hayati setiap pesannya. Salah satu yang paling ia sukai ialah yang berjudul Gadis Pantai.
"Sejak baca pertama kali buku Pram, saya sangat ingin bertemu dengan sosoknya. Sampai akhirnya berhasil bertemu pada tahun 2004. Saat itu saya sangat senang sampai gemetar," ujar Happy. Happy mengatakan, kekagumannya pada Pram membuatnya selalu ingin mengenalkan karya-karya Pram pada orang yang dikenalnya. Ia mengatakan, semangat Pram dalam mencintai Indonesia sangat penting untuk terus disebarkan.
"Siapa pun yang dekat dengan saya sebisa mungkin saya tularkan untuk bisa mencintai karya sastra Indonesia, khususnya karya Pram," ujar Happy.
Membuat pameran
Kecintaan pada karya dan sosok Pram membuat Happy terdorong untuk membuat beberapa pertunjukan. Terakhir yang telah berjalan dengan sukses ialah pertunjukkan teater Bunga Penutup Abad yang diangkat dari buku Pram berjudul Bumi Manusia.
"Melihat respons yang sangat baik dari pertunjukkan itu, saya semangat untuk bisa membuat hal lain lagi. Akhirnya, saya buat pameran catatan dan arsip Pram," ujar Happy.
Ia mengatakan, ini merupakan kali pertama bagi dirinya membuat sebuah pameran. Banyak hal yang tidak ia ketahui dan harus disiapkan. Meski tidak mudah, secara perlahan perempuan asal Sukabumi itu akhirnya dapat mewujudkan untuk membuat pameran tersebut.
"Jadi, dengan dibantu oleh tim yang telah memahami soal pameran akhirnya saya jalankan pamerannya. Semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu mengenalkan sosok sastrawan hebat Indonesia ini, khususnya ke anak muda," tutup Happy.
Pertunjukkan bertema Namaku Pram: Catatan dan Arsip tersebut akan berlangsung hingga 20 Mei mendatang. Di galeri Dia.Lo.Gue di kawasan Kemang Jakarta, berbagai catatan yang dibuat sepanjang perjalanan hidupnya akan dihadirkan dalam pameran tersebut.
"Saya sangat senang bisa mewujudkan pameran salah satu sastrawan terbaik Indonesia. Kalau berkesempatan rasanya juga ingin agar dapat melakukan pameran sastrawan lain ke depannya," tutup istri Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa itu. (H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved