Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMURUH penonton membahana saat namanya dipanggil. Pria berlesung pipit itu perlahan melangkah, menaiki panggung. Senyumnya merekah ke arah suara yang meneriaki namanya. Panggung sederhana itu didekorasi dengan sebatang pohon di kiri dan sebuah lampu taman di sebelah kanan. Panggung itu terasa sempit dengan belasan pengiring musik dari Jakarta Concert Orchestra.
Mengenakan setelan jas dan celana biru dongker, musikus Farman Purnama mengawali konser tunggal bertajuk Karena Kau Ada, untuk cinta kasih dan persaudaraan dengan menyanyikan lagu Mekar Melati pada pentas 25 tahun perjalanan musiknya, Sabtu (7/4) di Balai Resital Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Farman Purnama dikenal sebagai penyanyi tenor senior yang sudah malang melintang di belantika musik Indonesia. Dalam rangka perjalanan karier musiknya, bersama dengan OTTAVA dan The Resonanz, ia membawakan 19 lagu andalannya.
Di antaranya Take me as I am, La Fleur que M’avais Jetee, Detik tak Bertepi, Hati yang Katakan, Why God Why, Mande-mande, Un aura Amorosa, Suhut Namaku, With the Ddeepest Love from Jakarta, A Mio Padre, Kasih Sepanjang Jalan,dan Karena Kau Ada. Meskipun musik yang diusung Farman kurang populer layaknya musik mainstream, Farman sukses membawa nama Indonesia di kancah internasional.
“Saya sadar kalau genre musik yang saya tekuni memang kurang diminati di Indonesia. Tapi saya tetap bangga karena melalui musik ini saya sudah membawa Indonesia ke panggung International,” katanya. “Jadi buat saya dalam bermusik itu tidak ada yang namanya sekat-sekat. Semua punya tujuan yang sama yaitu ingin menghasilkan karya yang bisa dinikmati bersama,” lanjut lulusan Arsitektur ITB itu. Farman tidak tampil sendiri.
Sejumlah musikus turut ambil bagian, seperti Aning Katamsi (sopran), Alicia K Hartono (mezzo sopran), Ferina Widodo (dari Elfa’s Singers), dan Batavia Madrigal Singers, diiringi Avip Priatna. Konser malam itu dibagi menjadi beberapa subtema, dengan jeda 30 menit. Saat jeda itu penonton diarahkan menikmati break time dengan makanan dan minuman ringan. Di sesi kedua, Farman yang berganti kostum berduet dengan Aning. Tembang tenor Fra Gli Amplessi berhasil menghipnotis penonton. Tak terdengar gaduh penonton, hanya suara keduanya saling sambut-menyambung, ekspresi mereka juga semakin menambah hidup panggung
Orkestra
Nama Farman dikenal di industri musik Indonesia lewat perjalanannya di ranah musik pop sehingga menghantarkannya berkolaborasi dengan nama-nama besar dalam industri musik pop di Tanah Air, seperti Elfa Secioria, Andi Rianto, dan Addie MS. Ia juga salah satu penyanyi dalam album Interlude dari Hati (bersama Magenta Orchestra) dan penyanyi utama dalam album Karena Cinta Kita Ada : Tribute to Erros Djarot. Bahkan, ia tampil kolaboratif membawakan karya musik alternative dari grup Emerson Lake & Palmer (ELP) di Komunitas
Salihara pada Februari 2016.
Tidak cukup dengan berkiprah di ranah pertunjukan vokal, Farman menyalurkan kecintaannya terhadap komposisi musik. Ia menciptakan beberapa aransemen dan lagu untuk musik paduan suara. Juni 2017, ia meluncurkan minialbum bertajuk FARMAN. Dalam album ini ia menyanyikan lagu-lagu ciptaannya dalam genre crossover.
Pada 2009 ia menekuni karier di bidang musik profesional dengan mempelajari seni pertunjukan vokal klasik di Utrecht Conservatory (Hogeschoolvoor de Kunsten Utrecht) Belanda. Ia menyelesaikan pendidikan musik hingga tingkat master di bawah arahan maestro Henny Diemer. Namun, sebelum ia belajar ke Belanda, bakat seni vokalnya telah terbina terlebih dahulu di bawah bimbingan N Simanungkalit, Pranadjaja, Anette Frambach, dan Avip Priatna. Selain itu , bersama Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Concert Orchestra pimpinan maestro Avip Priatna, ia sering ditunjuk sebagai solois dalam beragam repertoir.
Opera
Di antara sekian banyak konser dan pertunjukan di Tanah Air terdapat opera-opera yang pernah dimainkannya, yaitu memainkan tokoh Turiddu dalam opera Cavalleria Rusticana karya Pietro Mascagni (2005), Samson et Dalilakarya Camille Saint-Saënsse sebagai Samson (2006). Pada April 2016 ia berperan sebagai Don Jose, yaitu tokoh utama pria dalam opera Carmen karya agung Georges Bizet.
Salah satu peran tersulit di dunia opera bagi seorang tenor ialah tokoh Admeto dari opera Alceste karya Christoph W Gluck. Pada April 2015 Farman memerankannya dengan sangat gemilang di Utrecht. Ia juga pernah menjadi solois Misa Coronation (Mozart) di Singapura dan pada Macau International Music Festival di Macau, bersama Orchestra Ensemble Kanazawa dari Jepang. Pada 2007 ia menyanyikan agian solo Missa Carl Maria Von Weber di Kanazawa Jepang, yang direkam dan diterbitkan Warner Classic Japan.
Farman pun pernah berperan sebagai Sangkuriang dalam drama musikal Sangkuriang, komposisi musik Dian HP dan libretto Utuy Tatang Sontani pada 2013. Malam itu, Farman menutup penampilan luar biasanya dengan lagu Pure Imagination. Ia menyanyikannya dengan penuh penghayatan dan emosional dalam derap tepuk tangan penonton yang serentak berdiri. “Terima kasih semuanya, terima kasih untuk orang-orang yang telah berjasa dalam karier saya, terima kasih, karena kau ada untuk cinta kasih dan persaudaraan,” tutup pemeran Ferrando, dalam Dutch National Opera Academy di Kota Den Haag, Belanda. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved