Bra Mooryati Soedibyo : Rahasia Sehat di Usia 90 Tahun

Dhika Kusuma Winata
07/1/2018 09:05
Bra Mooryati Soedibyo : Rahasia Sehat di Usia 90 Tahun
(MI/Ramdani)

MOORYATI Soedibyo genap berusia 90 tahun. Pendiri perusahaan jamu dan kosmetika Mustika Ratu itu menggelar syukuran ulang tahun, Jumat (5/1), di Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta.

Di usianya yang menjelang satu abad itu, ia mengucapkan rasa syukur karena diberi usia panjang dan kesehatan serta bisa berkontribusi untuk negeri melalui lini usaha yang didirikannya. "Saya mengalami masa-masa sebelum perang. Kemudian sebelum kemerdekaan RI. Yang utama yang paling saya banggakan saya mengalami tujuh presiden. Dari Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, Presiden Gus Dur, Presiden Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Joko Widodo," ungkap Mooryati dalam acara yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla itu.

Pada kesempatan itu, Presiden membacakan puisi karya penyair Hartoyo Andangjaya berjudul Perempuan-Perempuan Perkasa. Presiden beralasan, puisi itu ia bawakan karena sosok Mooryati mewakili karakter perempuan kuat yang juga penuh kasih sayang.

Meski sudah berusia 90 tahun, Mooryati tetap terlihat segar. Perempuan yang lahir di Keraton Surakarta Hadiningrat pada 1928 itu lalu mengungkapkan rahasia kebugaran fisiknya. Menurutnya, ia tetap bugar berkat kombinasi tiga hal. Pertama, olahraga dan meditasi. Kedua, rajin berpuasa. Yang terakhir, rutin mengonsumsi minuman tradisional, yakni jamu.

Meski berusia 90 tahun, Mooryati jauh dari kesan pikun. Ia bahkan tetap mampu mengingat jumlah cicitnya. "Cicit saya sudah 19. Anak cucu saya sering menanyakan, eyang usianya sudah 90 tahun kenapa belum pikun," selorohnya.

Menurut salah satu putri Mooryati bernama Putri Kuswisnu Wardani, kebiasaan mengonsumsi jamu yang dilakukan ibundanya terbentuk di lingkungan keraton. Mooryati, kata Putri, bahkan mempelajari jamu sedari muda. Rasa ingin tahu yang besar mengenai manfaat minuman tradisional Tanah Air itulah yang akhirnya membawa Mooryati mendirikan perusahaan.

Presiden Direktur PT Mustika Ratu itu mengatakan, jamu yang hingga kini dikonsumsi sang ibu ialah beras kencur, tiga kali sehari. Mooryati juga melakukan olahraga ringan seperti yoga.

Untuk menjaga kesehatan tulangnya, lanjut Putri, Mooryati juga rutin mengonsumsi kolang-kaling yang bermanfaat untuk memperkuat bantalan sendi. Hingga saat ini Mooryati bahkan masih menyantap durian dan daging kambing. Padahal, makanan itu umumnya dihindari para manula.

Produseri film sejarah

Selain aktif di industri jamu dan kosmetik, Mooryati mendirikan rumah produksi bernama Mooryati Soedibyo Cinema (MSC). Proyek film yang tengah digarapnya ialah film sejarah berjudul Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta.

Dalam acara ulang tahunnya, para pemain dan sutradara film tersebut juga hadir. Menurut Mooryati, sejarah dan seni budaya Tanah Air perlu diangkat kembali agar generasi muda bisa terinspirasi oleh nilai-nilai heroisme dan patriotisme.

"Generasi muda bisa mengambil contoh nilai-nilai dari perjuangan Raja ke-3 Kerajaan Mataram, Sultan Agung Hanyokrokusumo. Film ini akan memberikan inspirasi, terutama bagi kalangan muda yang hidup di tengah gempuran modernisasi agar nilai-nilai luhur sejarah tetap dijaga dan dipertahankan sebagai identitas bangsa," tandas Mooryati yang menjadi produser eksekutif film tersebut. (Laila Rahmayanti/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya