Kolaborasi Passion Prive dan Nyoman Nuarta: Koleksi Perhiasan Tri Hita Karana

Basuki Eka Purnama
27/4/2026 20:54
Kolaborasi Passion Prive dan Nyoman Nuarta: Koleksi Perhiasan Tri Hita Karana
Koleksi perhiasan Tri Hita Karana(MI/HO)

INDUSTRI perhiasan mewah kini tengah mengalami pergeseran paradigma. Kemewahan material dan simbol status tak lagi menjadi satu-satunya daya tarik utama. Kini, nilai-nilai tradisional dan filosofi budaya mulai mengambil peran sebagai fondasi makna yang menyatu dalam desain. Transformasi inilah yang diusung oleh Passion Prive melalui kolaborasi strategisnya dengan maestro patung kenamaan Indonesia, Nyoman Nuarta.

Bertajuk koleksi Tri Hita Karana, kolaborasi ini resmi diluncurkan pada 24 April 2026 di NuArt Museum, Bandung. Kehadiran koleksi ini menandai babak kedua (second chapter) dari perjalanan kreatif keduanya, menyusul kesuksesan edisi perdana yang dirilis pada 2024 silam.

Harmoni dalam Desain Kontemporer

Inspirasi utama koleksi ini berakar pada filosofi Bali, Tri Hita Karana, yang mengajarkan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). Filosofi yang mendalam ini diterjemahkan ke dalam bentuk perhiasan kontemporer yang relevan dengan identitas modern.

Secara visual, setiap karya dalam koleksi ini menonjolkan perpaduan antara berlian alami dan berlian hitam (black diamond). Kombinasi ini mencerminkan karakter artistik Nyoman Nuarta yang dikenal berani, ekspresif, namun tetap memiliki aliran yang seimbang. Perhiasan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai simbol kesadaran spiritual dan rasa syukur bagi pemakainya.

Aspek Kolaborasi Detail Informasi
Nama Koleksi Tri Hita Karana
Kolaborator Passion Prive x Nyoman Nuarta
Tanggal Peluncuran 24 April 2026
Lokasi Peluncuran NuArt Museum, Bandung
Material Utama Berlian Alami & Berlian Hitam
Pilar Filosofi Hubungan dengan Tuhan, Sesama, dan Alam

Misi Sosial dan Dampak Nyata

Nyoman Nuarta menegaskan bahwa menghadirkan filosofi ini ke dalam medium perhiasan memungkinkan nilai-nilai luhur tersebut dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Senada dengan hal tersebut, Founder & COO Passion Jewelry Group, Airyn Tanu, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memiliki resonansi emosional yang kuat dan melampaui sekadar ekspresi artistik.

Salah satu poin penting dalam kolaborasi ini adalah adanya dimensi sosial. Sebagian dari hasil penjualan koleksi Tri Hita Karana akan didedikasikan untuk mendukung komunitas yang membutuhkan. Inisiatif ini dijalankan melalui sinergi antara Passion of Love Foundation dan Nyoman Nuarta Foundation.

"Tri Hita Karana adalah tentang hidup selaras. Melalui koleksi ini, kami mengajak audiens merangkul harmoni bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai cara hidup yang berkelas dan berdampak nyata bagi sesama," ujar Airyn Tanu.

Menyasar Konsumen Luxury Baru

Langkah Passion Prive ini merupakan strategi untuk menjangkau generasi baru konsumen barang mewah (luxury). Segmen ini tidak lagi hanya mengejar kilau material, tetapi mencari keaslian (authenticity) dan koneksi emosional dalam setiap produk yang mereka miliki. Dengan mengangkat karya seni Indonesia ke panggung global, Passion Prive memperkuat posisinya sebagai merek yang merayakan individualitas dan narasi budaya.

Bagi para kolektor dan pencinta perhiasan, koleksi Tri Hita Karana kini telah tersedia secara eksklusif di butik Passion Prive, butik Passion Jewelry terpilih, serta dapat diakses melalui platform daring resmi Passion Jewelry. Kolaborasi ini membuktikan bahwa seni, spiritualitas, dan identitas personal dapat menyatu secara intim dalam sebuah karya perhiasan yang abadi. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya