Gubernur BI: Kalau Pilkada DKI Dua Putaran, Hadapilah dengan Matang

Fathia Nurul Haq
15/2/2017 18:40
Gubernur BI: Kalau Pilkada DKI Dua Putaran, Hadapilah dengan Matang
(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

BANYAK pihak, terutama dari pelaku bisnis berharap Pilkada, khususnya di DKI Jakarta berjalan cukup satu putaran saja. Namun hasil sementara dari hitung cepat (quick count) memperlihatkan Pilkada DKI sangat mungkin bakal berjalan dalam dua putaran.

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo pun berpesan agar masyarakat menyikapinya secara matang dan tetap memilih dengan kepala dingin.

"Saya melihat kalau pilkada harus dua putaran, kita hadapi, kita berharap seluruh masyarakat Indonesia menghadapinya secara matang," ungkap Agus seusai memberikan suaranya di TPS 039, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (15/2).

Seperti diketahui hasil hitung cepat yang diselenggarakan berbagai lembaga survei menunjukkan sejauh ini belum ada kandidat gubernur dan wakil gubernur yang berhasil mendominasi suara lebih dari 50% untuk menang pilkada satu putaran.

Agus mengakui Pilkada Jakarta memang sangat menentukan. Pasalnya, setelah puluhan tahun pemerintahan Indonesia berjalan secara sentralistik, Jakarta terlanjur jadi pusat dari berbagai kegiatan perekonomian.

"Kita sebelumnya adalah negara yang relatif sentralistik. Sekarang ini Jakarta masih memberikan kontribusi yang besar tapi secara berangsur sejak 20 tahun terakhir peran dari daerah lebih besar. Kita lihat fiskal daerah terbesar untuk alokasi daerah,” sambungnya.

Sebagai jantung dari negara Indonesia yang majemuk, Jakarta, menurut Agus, juga perlu dipimpin oleh sosok yang memahami betul bagaimana menjalankan roda perekonomian, tanpa mengesampingkan sosialnya.

“Kita harapkan untuk Jakarta adalah pemimpin yang bisa terus melanjutkan, meningkatkan ekonomi dan sosial Jakarta dengan berkeadilan," pungkas mantan menteri keuangan itu. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya