Kelas Bawah kian Berdaya, Ketimpangan Turun

Fathia Nurul Haq
01/2/2017 16:31
Kelas Bawah kian Berdaya, Ketimpangan Turun
(FOTO ANTARA/Evy R. Syamsir)

INDEKS ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia atau gini ratio nasional tercatat mengalami penyusutan dari 0,397 pada Maret 2016 menjadi 0,394 September 2016 lalu.

Hal itu disebabkan pengeluaran per kapita per bulan pada kelompok 40% populasi terbawah dan 40% populasi menengah lebih pesat ketimbang pertumbuhan pada 20% populasi teratas.

"Lapisan penduduk ada 3, 40% terbawah, 40% kelas menengah, dan 20% teratas. Kenaikan pengeluaran per kapita untuk kelompok bawah dan menengah tumbuh lebih tinggi. 40% terbawah tumbuh 4,56%, menengah tumbuh 11,69%, dan 20% teratas tumbuh 3,83%,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/2).

Gini ratio tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi pada September 2014 yakni 0,414. Padahal sebelumnya secara nasional rasio ketimpangan hanya berkisar 0,378 hingga 0,388. Sejak saat itu pemerintah fokus mengagendakan penyusutan kesenjangan dalam program-programnya.

"Kuncinya ialah menurunkan ketimpangan kesempatan. Gini ratio bisa tinggi karena adanya ketimpangan kesempatan mengakses pendidikan, akses kesehatan, akses modal maupun lapangan pekerjaan,” lanjut Suhariyanto.

Ia menekankan susutnya ketimpangan tahun lalu tidak lepas dari kemajuan program pemerintah untuk mendistribusi aset, melakukan upaya legalisasi lahan, mempermudah akses modal kerja dan meningkatkan taraf pendidikan.

Di lain hal, lambatnya pertumbuhan pengeluaran masyarakat atas tahun lalu tak lepas dari gejolak global yang membuat mereka tahan konsumsi.

“Ini ada kelesuan di level atas, tentu efek situasi perdagangan global yang belum sepenuhnya recovery, ekspor kita masih terbatas, dan ya kinerja ekonomi kita sendiri belum sepenuhnya pulih. Tingkat pertumbuhan yang paling berdampak di level atas," ucap Deputi Bidang Statistik Sosial M Sairy Habullah Sairy. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya