Zone Based Tetap Pilihan Pemerintah

Andhika Prasetyo
30/1/2017 14:52
Zone Based Tetap Pilihan Pemerintah
(ANTARA/Rivan Awal Lingga)

KEMENTERIAN Pertanian bersikeras mempertahankan sistem importasi ternak ruminansia dan produk hewan turunannya berbasis zona atau zone based.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan kebijakan itu akan diteruskan demi menekan harga daging di dalam negeri. Ia beralasan, dengan menganut sistem zone based, Indonesia tidak akan bergantung pada negara tertentu saja dalam melakukan importasi daging.

Ia menekankan kepada masyarakat, peternak dan asosiasi untuk tidak khawatir terkait ancaman penyakit hewan menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) yang bisa datang dari negara-negara yang belum bebas dari penyakit tersebut.

"Kita buka keran impor dari banyak negara, tetapi kita juga lakukan pengetatan pada pada potensi ancaman bakteri dan penyakit dan seterusnya," ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/1).

Menurutnya, PMK tidak akan bisa masuk ke Indonesia melalui impor daging kerbau karena produk tersebut didatangkan dalam kondisi beku.

"PMK itu bisa bertahan di suhu 23 derajat celcius. Sementara kita impor dalam bentuk frozen, jadi PMK tidak mungkin bisa bertahan walau datangnya dari negara sumber," terang Amran.

Ia juga mengatakan ada 1.128 ahli yang telah dikirim ke negara-negara asal importir ternak ruminansia untuk memastikan hewan-hewan atau produk-produk turunannya sudah aman dari beragai penyakit.

"Tidak mungkin diangkut kalau kami tidak yakin itu steril. Proteksi itu mutlak. Menjaga peternak dalam negeri adalah hal yang tidak bisa ditawar," tegas Amran.

Soal zone based dan country based dalam impor ternak dan daging sempat jadi perbincangan publik karena menjadi salah satu substansi aturan yang sedang dilakukan judicial review di mahkamah Konstitusi yang akhirnya menyeret hakim MK Patrialis Akbar dalam kasus suap. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya