Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (persero) memutuskan untuk menggarap proyek pengembangan kapasitas dan kompleksitas kilang (refinery development master plan/RDMP) Balongan, Jawa Barat secara mandiri.
Perusahaan pelat merah itu bakal menggarap 100% proyek yang semula dilirik oleh investor Arab Saudi, Saudi Aramco.
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan pihaknya belum tertarik bekerja sama dengan badan usaha lain dalam bentuk joint venture. Menurutnya, mengerjakan secara mandiri juga bisa mempercepat pembangunan kilang.
"Memang Pertamina memang tidak terikat joint venture dengan pihak lain. Kalau sendiri bisa lebih cepat," ucap Hardadi saat koferensi pers di Jakarta, Senin (30/1).
Pertamina kini tengah menggarap 4 kilang RDMP dan 2 pembangunan kilang baru (new grassroot refinery/NGRR). 4 kilang RDMP antara lain Kilang Balikpapan, Kilang Cilacap, Kilang Balongan, dan Kilang Dumai. Sementara yang akan dibangun baru di Tuban dan Bontang.
Dalam rencananya, kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) dari Kilang Balongan nanti akan bertambah dari 150 ribu barel per hari (bph) menjadi 240 ribu bph. Nilai investasinya sebesar US$1,2 miliar.
Meski tidak akan bermitra dalam pengerjaan proyek, Hardadi menilai pihaknya masih terbuka kerja sama dalam pendanaan RDMP Kilang Balongan. "Kita membuka kesempatan untuk kerja sama di pendanaan proyek ini," tukas Hardadi.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya tidak menggaet mitra di pengerjaan proyek Kilang Balongan lantaran masih mengkaji ulang keuangan perseroan. Dia pun mengaku masih lebih fokus untuk RDMP Kilang Balikpapan.
"Yang mendesak akan kita kerjakan dulu. Investasi ini (kilang Balongan) juga tidak terlalu besar," tandasnya.
Meski demikian, rencana-rencana revitalisasi dan pembangunan 6 kilang saat ini bisa berimbas positif untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
"Investasi kilang-kilang ini sangat besar dan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kalau nanti produksi BBM kita naik dari sini, nett ekspor impor dari migas juga akan bertambah," imbuh Dwi. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved