Luncurkan e-Smart, Kemenperin Gandeng Kominfo

Jessica Sihite
28/1/2017 07:15
Luncurkan e-Smart, Kemenperin Gandeng Kominfo
(ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

KEMENTERIAN Perindustrian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan e-smart, basis data industri kecil dan menengah (IKM) sekaligus fasilitas pengembangan menjadi e-commerce. Program tersebut sekaligus untuk memvalidasi data-data IKM yang ada di seluruh Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pada awal program itu, sebanyak 50 sentra IKM yang akan divalidasi ulang datanya dan dimasukan ke dalam e-smart. Jika sudah masuk ke dalam basis data tersebut, para IKM bisa mendapat fasilitas permodalan, hak kekayaan intelektual (HAKI), dan perluasan pasar.

"Kita punya seribuan sentra IKM di seluruh Indonesia. Tahap pertama tahun ini, 50 sentra dulu. E-smart ini seperti basis data, nanti ada jumlah IKM, produk dan kualitasnya, alamatnya, dan data lainnya," ucap Airlangga di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (27/1).

Dia menilai program e-smart itu juga memungkinkan para IKM untuk berkembang masuk ke ranah e-commerce. Industri yang masuk ke basis data bakal diintegerasikan ke berbagai marketplace yang sudah. Saat ini, marketplace yang baru terhubung dengan e-smart baru Bukalapak.com.

Berdasarkan Deloitte Access Economics 2015, IKM yang sudah menggunakan teknologi digital mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2% dan menaikan pendapatannya hingga 80% dan membuatnya 17 kali lebih inovatif. Dari data itu, Airlangga beranggapan perlu kerja sama antara sentra-sentra IKM dengan marketplace e-commerce untuk pengembangan IKM nasional sekaligus pembaharuan basis data.

"Saat ini masih Bukalapak.com yang menjadi marketplace, tapi ke depan kita akan gandeng Tokopedia, Blibli, dan lainnya," papar Airlangga.

Di kesempatan sama, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan pihaknya berperan dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasinya, seperti menara transmisi dan base transceiver station (BTS) untuk penyediaan akses internet. Menurutnya, 50 sentra IKM yang ditetapkan Kemenperin masuk dalam target 122 kabupaten untuk disediakan infrastruktur internet secara gratis oleh Kominfo.

"Kita sedang menjalankan Pepres 31/2015 yang isinya penyediaan akses internet di 122 kabupaten. Daerah-daerah itu termasuk daerah tertinggal dan kita berharap sentra IKM yang ada di dalam wilayah ini bisa memperluas pasarnya," tukas Rudiantara. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya