Kadin Sarankan Indonesia tak Perlu Ikut TPP

Adhi M Daryono
27/1/2017 18:53
Kadin Sarankan Indonesia tak Perlu Ikut TPP
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani menyarankan agar Indonesia tidak lagi memikirkan perlu tidaknya masuk keanggotaan Trans Pacific Partnership (TPP). Sebab, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump pun keluar dari keanggotaan TPP.

"Kalau menurut saya kira enggak usah bahas TPP lagi, karena Amerika Serikat saja keluar. Kita kan juga ada kerja sama lain dengan Eropa atau Australia. Lalu dengan Tiongkok kebijakan kita cukup lumayan," tuturnya di kantor CSIS, di Jakarta, Jumat (27/1).

Rosan mengatakan Indonesia seharusnya lebih mewaspadai masuknya barang-barang Tiongkok ke Indonesia ketimbang fokus membahas kemungkinan bergabung dalam TPP. Sebab, Tiongkok bisa saja menyerbu pasar Indonesia setelah AS memperketat kerja sama ekonomi dengan negeri tirai bambu tersebut.

"Ini (Indonesia) akan jadi salah satu pasar yang akan dimasuki barang-barang Tiongkok secara masif," kata Rosan.

Rosan mengatakan Indonesia juga harus mewaspadai dampak dari kenaikan suku bunga AS. Ini dianggap jauh lebih penting untuk diantisipasi mengingat dampaknya akan lebih besar kepada Indonesia secara langsung, baik fiskal maupun moneter.

"Yang harus diwaspadai ialah yang tidak pasti seperti Trump effect. Kita harus waspada dampak kenaikan suku bunga AS. (Mungkin akan) ada 3 hingga 5 kali, 0,75% minimum. Akibatnya ada kenaikan mata uang AS. Apalagi kita banyak lakukan ekspor. Ini yang perlu dilihat," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya