Mantan Mendag: Hubungan Ekonomi AS-Indonesia masih akan Baik

Adhi M Daryono
28/1/2017 08:00
Mantan Mendag: Hubungan Ekonomi AS-Indonesia masih akan Baik
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

MANTAN Menteri Perdagangan RI yang juga peneliti senior dari Center for Strategic and International Studies Marie Elka Pangestu meyakini kebijakan Presiden AS Donald J Trump tidak akan memberikan dampak besar bagi Indonesia. Sebab, Indonesia selama ini telah memiliki fundamental ekonomi yang cukup baik.

Kebijakan Trump yang begitu proteksionis dengan memperketat kerja sama dengan Tiongkok dan Meksico memang sempat memunculkan kekhawatiran akan berdampak pada negara-negara di kawasan Asia. Utamanya ialah pada negara yang memiliki hubungan dagang yang erat dengan Tiongkok.

"Jadi dia sudah intervensi bisnis, dia juga katakan akan terapkan bea masuk yang tinggi kepada RRT dan Meksiko. Dia sudah membentuk tim ekonomi dan yang jadi state departemen itu dalam nuansa dan nafas seperti itu," jelasnya dalam diskusi di CSIS, Jakarta, Jumat (27/7)

Trump kata Marie memang akan melanggar aturan World Trade Organization (WTO) jika menerapkan tarif bea masuk yang sangat tinggi. Namun, sekalipun kebijakan ini tetap diterapkan, Indonesia kata Marie tak perlu khawatir dan tetap fokus pada kebijakan ekonomi dalam negeri.

"Dalam aturan WTO, tarif AS itu 3,5% jadi kalau dia kenakan 46% ke China itu bisa langgar komitmen WTO. AS juga lagi komplain ke kita tentang produk agreement. What can we do? Dia boleh naikkan bea masuk hingga 50% atau batasi kuota. Tapi itu pasti di-dispute oleh WTO," jelasnya.

Menurutnya, terjadi perubahan yang sangat fundamental antara pemerintahan Trump dan pemerintahan Barack Obama. Trump kata Marie memang masih bersedia bersahabat dengan negara lain. Namun, dengan catatan bahwa kepentingan AS akan selalu dikedepankan.

"Tapi setiap negara punya hak untuk mengedepankan kepentingan nasional dan bahwa proteksionisme disahkan dalam rangka kepentingan nasional AS," tutupnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya