Jumlah Penumpang Taksi Biru Turun

Jessica Sihite
23/1/2017 15:20
Jumlah Penumpang Taksi Biru Turun
(Dok. MI/SAFIR MAKKI)

PT Blue Bird Tbk menyatakan mengalami penurunan jumlah penumpang selama 2016. Penurunan itu terjadi lantaran ekonomi Indonesia yang lemah dan persaingan bisnis transportasi yang kian ketat.

Sayangnya, Direktur Blue Bird Sigit Priawan Djokosoetono enggan menyebut jumlah penurunan jumlah penumpang tersebut.

"Angka itu (jumlah penumpang) menunjukan penurunan, tapi kita juga perlu lihat penurunan itu terjadi karena beberapa hal. Krisis ekonomi berkepanjangan dan persaingan yang timbul terus di 2016. Angkanya nanti saat laporan keuangan saja," ucap Sigit di Jakarta, Senin (23/1).

Perusahaan taksi biru itu pun pada tahun ini tidak menambah armada transportasinya. Menurutnya, Blue Bird akan fokus ke peremajaan kendaaran, peningkatan pelayanan, pengembangan teknologi, dan promosi.

"Kita tahun ini tidak ada penambahan armada. Tahun ini akan lebih ke peningkatan pelayanan, peremajaan kendaraan, pengembangan teknologi, dan promosi. Promosi kita gencarkan seperti kerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan promo dan layanan yang prima ke masyarakat," papar Sigit.

Sebagaimana diketahui, bisnis taksi konvensional makin menantang sejak hadirnya transportasi daring (online). Hingga kuartal III 2016, Blue Bird mencatat penurunan laba bersih sebesar 42,3% menjadi Rp360,86 miliar. Penurunan laba itu sejalan dengan penurunan pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan dalam keterbukaan informasi, pendapatan Blue Bird turun 9,66% menjadi Rp3,64 triliun. Beban usaha naik 24% atau Rp84,53 miliar menjadi Rp435,23 miliar.

Sigit menilai pihaknya akan melakukan banyak pengembangan teknologi dan promosi untuk kembali menggairahkan bisnis taksinya pada tahun ini. Dengan fokus-fokus itu, dia masih optimistis semua target pada tahun ini bisa dicapai perusahaan berkode emiten BIRD tersebut.

"2017 memang perlu lakukan konsolidasi dan dengan adanya perkembangan perusahaan akhir-akhir ini, kami cukup optimistis karena kami tetap bisa mempertahankan pelanggan-pelanggan kami," tukasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya