Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dinilai perlu mewaspadai kebijakan moneter dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan dilantik pada Jumat (20/1) waktu setempat.
Hal itu ditegaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Udayana Denpasar di Bukit Jimbaran, Jumat (20/1). Menurutnya, saat ini Amerika sebagaimana banyak negara lainnya di dunia, kondisi ekonominya belum betul-betul stabil.
"Nah yang kita khawatir, Donald Trump itu seorang perfeksionis. Dengan berbagai cara ia akan menggenjot pertumbuhan ekonomi di negaranya. Ibaratnya kendaraan yang kekuatannya 60 km per jam dipaksa harus berlari kencang 160 km per jam. Ini akan menimbulkan dampak yang besar dalam segala hal. Salah satunya inflasi," ujarnya.
Lalu apa hubungan inflasi di Amerika dengan Indonesia dan banyak negara di dunia? "Hubungannya sangat besar dan dampaknya luas. Ketika terjadi inflasi di Amerika, maka bank sentral AS akan menaikkan suku bunga. Itu akan berimbas ke global karena hampir seluruh negara di dunia menggunakan mata uang dolar," terang Sri Mulyani.
Maka, lanjut Menkeu, inflasi itu bisa merembet ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Kalau seluruh dunia inflasi, perekonomian dunia akan terguncang juga. Apalagi pada saat sama AS akan menarik banyak uangnya di banyak negara kembali ke AS.
"Ini keuntungan bagi Amerika tetapi celaka bagi Indonesia dan banyak negara lainnya di dunia," cetusnya.
Kemungkinan lain sebagai seorang proteksionis, Donald Trump akan menutup berbagai peluang pasar bagi banyak negara-negara di dunia. Berbagai macam produk dari berbagai negara yang selama ini masuk ke AS akan ditutup untuk memberikan peluang produksi dalam negeri.
Kondisi itu, kata Sri Mulyani, juga bisa terjadi dampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara yang selama ini memasok barang ke Amerika.
"Banyak negara di dunia akan terkena dua kebijakan tersebut bila diterapkan Trump. Untuk itu dunia berharap agar Trump mempertimbangkan berbagai kebijakan ekstrem yang akan dilakukannya demi perbaikan ekonomi dalam negerinya," tutupnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved