Pola Konsumsi Berubah, Masyarakat kian Selektif

Naufal Zuhdi
29/4/2026 21:00
Pola Konsumsi Berubah, Masyarakat kian Selektif
Head of PR Kino Indonesia, Arviane D. B(Kino)

 

Momentum pasca-Ramadan dan Idulfitri 2026 tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan sosial, tetapi juga mendorong masyarakat melakukan refleksi terhadap pola hidup. Salah satu perubahan signifikan yang terlihat adalah pergeseran pola konsumsi dan pengelolaan prioritas keluarga yang kini menjadi lebih selektif.

Fenomena ini mengemuka dalam diskusi Media Gathering Halal Bihalal bertema Building Meaning in Every Family Choice. Diskusi tersebut menyoroti pentingnya makna di balik setiap keputusan harian. Di tengah ritme hidup yang kian cepat, kualitas hidup kini lebih ditentukan oleh konsistensi dalam memilih hal-hal sederhana yang bernilai, bukan sekadar pencapaian besar.

Smart Spending dan Investasi Kualitas Hidup

Financial planner dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, menilai bahwa keputusan kecil dalam keseharian memiliki dampak besar terhadap kondisi finansial jangka panjang. Menurutnya, periode setelah Lebaran adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi pola pengeluaran.

“Banyak orang fokus pada keputusan besar, padahal kebiasaan kecil sehari-hari yang paling menentukan. Smart spending bukan berarti membatasi diri, tetapi memilih sesuai kebutuhan dan prioritas,” ucap Mike dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (29/4).

Ia memperkenalkan konsep mindful consumption, yakni kesadaran penuh dalam setiap keputusan pembelian. Dengan membeli barang atau jasa berdasarkan tujuan yang jelas, seseorang sebenarnya sedang berinvestasi pada kualitas hidup jangka panjang di tingkat rumah tangga.

Prinsip Utama Mindful Consumption:
  • Kesadaran: Memahami alasan di balik setiap transaksi.
  • Prioritas: Membedakan antara keinginan sesaat dan kebutuhan esensial.
  • Nilai Jangka Panjang: Memilih produk yang mendukung kualitas hidup berkelanjutan.

Respons Industri terhadap Tren Meaningful Living

Perubahan perilaku konsumen ini turut direspons oleh pelaku industri dengan menghadirkan produk yang lebih relevan. Kino Indonesia, misalnya, melihat tren meaningful living sebagai bagian dari transformasi kebutuhan konsumen masa kini.

Head of PR Kino Indonesia, Arviane DB, menjelaskan bahwa pendekatan ini menekankan pada kebijaksanaan dalam memilih. “Meaningful living bukan soal seberapa banyak membeli, tetapi bagaimana memilih dengan lebih bijak dan bernilai,” ujarnya.

Konsep ini berkaitan erat dengan literasi finansial dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk adaptasi, perusahaan kini mengusung tiga pilar utama dalam pengembangan produknya:

  1. Generational Connection: Membangun kedekatan antar generasi.
  2. Relevant Innovation: Inovasi yang menjawab kebutuhan nyata konsumen.
  3. Meaningful Living: Memberikan nilai tambah dalam setiap penggunaan produk.

Dengan menguatnya tren konsumsi selektif ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengelola keuangan dengan lebih baik pasca-hari raya, tetapi juga mampu menciptakan standar hidup yang lebih bermakna melalui keputusan-keputusan kecil yang bijaksana. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya