Akselerasi Bisnis di Kuartal I, Laba Bersih Tumbuh Signifikan

Naufal Zuhdi
29/4/2026 16:27
Akselerasi Bisnis di Kuartal I, Laba Bersih Tumbuh Signifikan
Ilustrasi(Dok Hypefast)

PERUSAHAAN house of brands lokal, Hypefast, mencatat kinerja impresif pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan laba bersih (net income) lebih dari 300% secara tahunan (year-on-year/yoy). Tak hanya itu, arus kas bersih (net cashflow) perusahaan juga meningkat mendekati 250% yoy, mencerminkan penguatan fundamental bisnis di tengah dinamika pasar.

Hypefast saat ini menaungi sembilan brand lintas kategori, mulai dari kecantikan, fesyen, hingga kebutuhan ibu dan anak. Beberapa di antaranya seperti Luxcrime, Cessa, dan Bohopanna menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan kinerja pada awal tahun ini.

Di kategori kecantikan dan kebutuhan ibu-anak, Cessa mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 189% yoy, sementara Luxcrime tumbuh 110% yoy. Kinerja tersebut menunjukkan konsistensi strategi perusahaan dalam mengembangkan brand berbasis data serta kolaborasi erat dengan para pendiri brand.

Sementara itu, di sektor fesyen, Bohopanna mencatatkan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarahnya. Brand lain, Nyonya Piyama, juga membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Founder dan CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, mengatakan capaian tersebut menjadi refleksi kekuatan fundamental perusahaan.

“Kuartal pertama 2026 menjadi pencapaian yang patut kami syukuri. Angka-angka ini mencerminkan ketangguhan tim, para founder brand, serta loyalitas pelanggan yang terus mendukung pertumbuhan kami,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (29/4).

Di tengah kondisi global yang dinamis, Hypefast tetap memandang prospek bisnis secara optimistis dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perusahaan menilai fondasi bisnis yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai ketidakpastian pasar.

Ke depan, Hypefast menargetkan langkah strategis menuju penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2027. Sejumlah inisiatif tengah disiapkan, termasuk penguatan distribusi offline, peningkatan kapabilitas manufaktur, serta ekspansi brand lokal ke pasar internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

“Momentum di awal tahun ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh ekosistem,” pungkas Achmad. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya