Buntut Insiden KRL, Kemenhub tidak Segan Jatuhkan Sanksi ke Taksi Online

Insi Nantika Jelita
29/4/2026 14:08
Buntut  Insiden KRL, Kemenhub tidak Segan Jatuhkan Sanksi ke Taksi Online
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).(Antara)

DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan menegaskan tidak segan memberikan sanksi kepada perusahaan taksi online yang terbukti melanggar aturan.

Pada Selasa (28/4), pihaknya telah memanggil manajemen Green SM untuk memberikan klarifikasi pascakecelakaan yang melibatkan KRL Cikarang dengan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.  

Pemanggilan ini dilakukan sebagai tindak lanjut untuk mendalami dugaan keterlibatan serta memastikan aspek perizinan, standar keselamatan, dan kepatuhan operasional angkutan umum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi yang menewaskan 15 orang diduga dipicu tertempernya taksi Green SM. Taksi listrik tersebut diduga mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181).

"Jika ditemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan maka Kemenhub akan melakukan tindakan tegas untuk pemberian sanksi," jelas Aan dalam keterangannya, dikutip Rabu (29/4).

Ia menjelaskan hasil pertemuan dengan manajemen Green SM masih dalam proses pendalaman lebih lanjut. Rencananya akan dilakukan pendalaman dengan mengunjungi pool pusat Green SM yang berada di Kemayoran, Jakarta. 

"Apabila data dan hasil pendalaman sudah terkumpul secara komprehensif akan segera disampaikan kepada publik," ungkapnya. 

Pemerintah mencatat hingga saat ini, total korban tercatat sebanyak 106 penumpang, terdiri dari 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pemerintah juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal. Sementara itu, untuk operasional KRL, pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk menunggu hasil clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

"Saat ini, proses uji coba terhadap sarana, sistem persinyalan, serta kesiapan stasiun masih terus dilakukan guna memastikan keamanan perjalanan," ujar Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dalam keterangan terpisah.

Sebelumnya, Green SM Indonesia menyampaikan insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Beroperasi memakai mobil listrik VinFast, perusahaan tersebut menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi.

"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang," tulis Green SM dalam tautan resmi akun instagram mereka. (Ins/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya