Jejak 120 Tahun Bank Woori Saudara, Dari Perkumpulan Saudara hingga Jembatan Finansial Global

Media Indonesia
23/4/2026 18:00
Jejak 120 Tahun Bank Woori Saudara, Dari Perkumpulan Saudara hingga Jembatan Finansial Global
Bank Woori Saudara (BWS)(Bank Woori Saudara (BWS))

MENJAGA eksistensi selama lebih dari satu abad bukanlah perkara mudah bagi institusi keuangan di Indonesia. Lahir di era kolonial, tumbuh melewati berbagai pergantian rezim, hingga bertahan menerjang badai krisis moneter 1998, hanya segelintir bank yang mampu menjaga relevansinya hingga hari ini. Salah satu entitas yang berhasil mencatatkan sejarah panjang tersebut adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS).

Tahun ini, BWS genap berusia 120 tahun. Perjalanannya bukan dimulai dari gedung pencakar langit, melainkan dari sebuah komunitas sederhana pada tahun 1906. Kala itu, institusi ini dikenal sebagai "Himpoenan Saudara", sebuah wadah simpan-pinjam bagi para pedagang yang berfokus pada kebutuhan anggota. Meski skalanya kecil, inisiatif ini menjadi fondasi kokoh bagi transformasi menuju perbankan formal.

Transisi besar pertama terjadi pada tahun 1955 ketika lembaga ini resmi mengantongi izin sebagai bank tabungan. Seiring tuntutan tata kelola yang lebih profesional, status hukumnya berubah menjadi perseroan terbatas (PT) pada 1974 dengan nama PT Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906. Nama tersebut kemudian disederhanakan menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906 pada tahun 1993.

Langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan diambil pada 2006, di mana bank ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana (IPO). Namun, transformasi paling signifikan terjadi pada 2014 melalui penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Woori Indonesia. Langkah ini melahirkan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk, dengan sokongan kuat dari Woori Bank Korea sebagai pemegang saham strategis.

Kini, peran BWS telah melampaui batas domestik. Sebagai bagian dari jaringan perbankan global, BWS menjadi aktor kunci dalam memfasilitasi transaksi keuangan lintas negara, terutama memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. Di sektor ritel dan korporasi, BWS tetap konsisten menjalankan fungsi penghimpunan dana dan pembiayaan melalui integrasi kanal konvensional serta digital yang adaptif terhadap pola transaksi modern.

Corporate Secretary BWS, Edwin Sulaeman, menegaskan bahwa usia 120 tahun adalah bukti ketangguhan dalam beradaptasi.

“Bagi kami, usia 120 tahun bukan sekadar pencapaian waktu, tetapi cerminan dari proses adaptasi yang berlangsung secara konsisten. Setiap fase memiliki tantangan tersendiri, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi,” ujar Edwin.

Menatap masa depan, BWS memposisikan diri sebagai penghubung ekonomi internasional. Edwin menambahkan bahwa kebutuhan akan layanan keuangan lintas batas terus menunjukkan tren peningkatan seiring dinamika ekonomi global.

“Seiring dengan perkembangan ekonomi global, kami melihat kebutuhan terhadap layanan keuangan lintas batas semakin meningkat. Dalam konteks tersebut, bank berupaya berperan sebagai penghubung dalam mendukung aktivitas perdagangan dan transaksi internasional,” pungkasnya. (Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya